
Minta Takabonerate Dipasarkan ke Belanda

Makassar (ANTARA Sulsel) - Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Yunus Effendy Habibie meminta pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menjual Takabonerate, taman laut terindah ketiga di dunia ke Belanda karena warganya senang dengan obyek wisata bahari.
"Orang Belanda suka berwisata bahari apalagi obyek yang dikunjunginya memiliki jutaan biota laut yang unik serta lingkungannya bersih dan indah," katanya di Makassar, Selasa.
Seusai pertemuan silaturahmi tertutup dengan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, adik kandung mantan Presiden RI ke-3, BJ. Habibie ini juga berharap Takabonerate yang berada di wilayah kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, secepatnya dipromosikan ke negara tersebut sehingga jumlah kunjungan turis asal Belanda ke Sulsel setiap tahun meningkat.
Kunjungan turis Belanda ke provinsi ini, lanjutnya, sekaligus untuk bernostalgia, khususnya bagi orang-orang asal negara kincir angin yang pernah bertugas di daerah ini pada penjajahan Belanda 70 tahun silam, termasuk anak cucunya.
"Takabonerate cukup menarik bagi warga Belanda, termasuk obyek wisata budaya Tanatoraja, sekitar 315 kilometer timur laut Makassar," katanya seraya menambahkan, selain Takabonerate, pemerintah Sulsel juga dapat memasarkan komoditi kakao ke negara ini yang banyak membutuhkan mata dagangan tersebut untuk pencampuran industri pembuatan makanan ringan, permin dan lainnya.
Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menyambut baik tawaran Dubes Indonesia untuk Belanda tersebut dengan menjanjikan bahwa dalam waktu dekat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel akan menjajaki peluang yang ditawarkan itu dengan mengirim aparat dinas instansi terkait didampingi mitranya dari industri pariwisata lainnya seperti biro perjalanan.
Taman laut terindah di dunia lainnya dimiliki Thailand tetapi biota lautnya masih lebih bagus Takabonerate yang terletak pada salah satu dari puluhan pulau yang tersebar di daerah itu.
Lokasi taman laut Takabonerate dapat dikunjungi dengan menggunakan transportasi laut seperti speed boad atau kapal kecil berpenumpang 25 - 50 orang dengan waktu tempuh 2-4 jam ke pulau tersebut.
Sedang jika menggunakan pesawat Fokker berpenumpang 50-100 orang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ke bandara Aroeppala, Selayar hanya membutuhkan 45 menit sudah tiba di kabupaten yang pisah daratan dengan 23 kabupaten/kota lainnya di provinsi ini.
"Takabonerate akan menjadi obyek wisata bahari menarik tidak hanya bagi peneliti-peneliti dunia yang membidangi kelautan yang cinta akan keindahan laut beserta ragam isinya yang ada di dasar laut taman nasional Takabonerate," katanya.
Wakil Bupati Selayar Nurhayati Aroeppala secara terpisah mengatakan, selama ini Takabonerate hanya menjadi obyek wisata bahari jualan lokal karena pengunjungnya sebagian besar dari kabupaten tetangga seperti Bulukumba, Surabaya (Jatim), NTT dan NTB lebih dekat dibanding Makassar yang menempuh waktu lima jam sampai di Bulukumba (melalui jalur darat) dan tiga jam (kapal fery Bulukumba - Selayar).
"Sangat sedikit wisman yang berkunjung setiap tahun ke taman laut itu karena waktu yang digunakan cukup lama yakni sehari penuh, sementara turis ingin memanfaatkan waktu liburnya secepat mungkin," katanya seraya menambahkan, tahun lalu pemerintah setempat meningkatkan fasilitas bandara Aroeppala, Selayar seperti memperpanjang landasan (runway) sehingga bisa didarati pesawat jenis fokker.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
