Logo Header Antaranews Makassar

Suku Terasing Matra Ikuti Upacara Sumpah Pemuda

Selasa, 28 Oktober 2014 23:42 WIB
Image Print
"Tanpa alas kaki, komunitas suku terasing terlihat antusias mengikuti upacara peringatan ke-68 Hari Sumpah pemuda Tahun 2014, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Matra," kata Bupati Matra Ir Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Selasa.

Matra, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Puluhan masyarakat suku terasing di Dusun Bambamone, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat, mengikuti rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

"Tanpa alas kaki, komunitas suku terasing terlihat antusias mengikuti upacara peringatan ke-68 Hari Sumpah pemuda Tahun 2014, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Matra," kata Bupati Matra Ir Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Selasa.

Bupati Matra yang bertindak inspektur upacara bersama para anggota DPRD, ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berbaur bersama komunitas suku terasing dalam rangkaian peringatan hari monumental bagi pemuda ini.

Upacara itu terbilang unik yang dipusatkan di kompleks perkampungan suku Binggi yang jaraknya terbilang jauh dari wilayah perkotaan. Bahkan, peserta upacara dari kalangan anggota DPRD dan PNS harus menyeberangi beberapa anak sungai untuk tiba di lokasi.

Meski dengan kaki telanjang, suku terasing ini juga terlihat kaku saat memberikan penghormatan terhadap bendera Merah Putih, terlihat seolah-olah angkat tangan sehingga menjadi perhatian dan mengundang gelak tawa dari peserta upacara lainnya.

Dengan menggunakan pakaian adat dengan dilengkapi parang, suku terasing terlihat tidak canggung berbaur dengan PNS yang sudah terbiasa melaksanakan aktivitas upacara.

Agus Ambo Djiwa menyampaikan, pelaksanaan upacara yang dipusatkan di pemukiman suku terasing merupakan hal yang pertama dilakukan.

"Ini kami maksudkan untuk mencoba membangun semangat pemuda yang dimulai dari desa. Hari monumental ini merupakan proses sejarah bangsa yang harus terpatri dalam jiwa dan semangat pemuda saat ini, termasuk komunitas suku terasing," ujarnya.

Dia menyampaikan, pemuda harus diberikan pemahaman agar nilai-nilai semangat para pemuda dimasa lalu juga tertular bagi pemuda yang ada di daerah. FC Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026