Maros (ANTARA) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sufirman menekankan peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran strategis pemuda dalam menjaga dan mengawal demokrasi di wilayahnya.
"Pemuda memiliki energi, idealisme, dan akses terhadap teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam mengawal demokrasi secara lebih efektif. Mereka adalah agen perubahan yang dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik," katanya dalam bincang Napak Tilas Sumpah Pemuda 1928 di Maros, Selasa.
Selain itu, lanjutnya, peran pemuda terus didorong turut serta mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap transparan dan akuntabel dalam menjalankan pemerintahannya.
Menurutnya, salah satu indikator penting dalam mengukur peran pemuda dalam demokrasi, kata dia, adalah partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Pemilih muda usia 17-35 tahun merupakan kelompok pemilih terbesar dalam daftar pemilih tetap Pemilu 2024.
"Tentu hal ini menunjukkan potensi besar pemuda dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan nasional," papar Sufirman menekankan.
Namun, partisipasi pemuda dalam pemilu tidak hanya sebatas memberikan suara. Pemuda perlu berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemilu, melaporkan pelanggaran, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas.
Meski memiliki potensi besar, tutur dia, pemuda kini menghadapi berbagai tantangan dalam mengawal demokrasi. Polarisasi politik, disinformasi, dan apatisme merupakan beberapa faktor yang dapat menghambat peran aktif pemuda dalam proses politik.
"Kita harus mengakui bahwa pemuda saat ini hidup di era yang penuh dengan informasi yang simpang siur. Oleh karena itu, penting bagi pemuda untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis agar tidak mudah termakan hoaks maupun propaganda," ucapnya menegaskan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi pemuda untuk mengawal proses Demokrasi. Media sosial, platform digital, dan aplikasi mobile dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang akurat, menggalang dukungan, serta memantau kinerja pemerintah dan wakil rakyat.
"Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat persatuan dan gotong royong di kalangan pemuda," paparnya.
Dengan memanfaatkan potensi dan mengatasi tantangan yang ada, kata dia menambahkan, pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal kehidupan demokrasi di Indonesia, serta mewujudkan cita-cita bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat.

