Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar mendatangi kantor dan gudang Perum Bulog Cabang Bulukumba, Sulawesi Selatan melakukan pengawasan terkait dengan beras oplosan.
Plt. Kepala Kanwil VI KPPU Makassar Hasiholan Pasaribu dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan, kunjungannya ke kantor cabang dan gudang Perum Bulog Bulukumba untuk membahas mengenai melonjaknya harga beras di tengah surplus beras serta adanya oplosan beras.
"Kunjungan ini kami lakukan untuk mengumpulkan data dan informasi, apakah ada isu persaingan usaha terkait mahalnya harga beras," ujarnya.
Hasiholan Pasaribu menerangkan mahalnya harga beras saat ini sedang menjadi perhatian publik, termasuk KPPU sebagai lembaga pengawas persaingan usaha.
Dirinya menyatakan ada tiga poin informasi penting yang diperolehnya dan menjadi bahan telaah. Pertama, terkait adanya temuan beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) yang dioplos.
Kedua, terkait kendala penyaluran beras SPHP sehingga beras lambat tersalurkan ke pasar. Ketiga, terkait kesulitan penggilingan Bulog untuk menyerap gabah petani.
"Informasi yang kami dapatkan tentu sangat penting dan akan kami laporkan ke pimpinan sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut langkah-langkah apa yang perlu dilakukan oleh KPPU berdasarkan tupoksi KPPU," ucap Hasiholan Pasaribu.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Bulukumba Farid Nur, menyampaikan bahwa stok beras yang di Bulog saat ini sebanyak 50.000 ton yang merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tidak hanya beras lokal, tetapi masih ada tersisa beras impor.
"Untuk mengatasi gejolak harga beras, Bulog dapat melakukan penyaluran dengan dua mekanisme. Pertama, melalui bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dan yang kedua melalui program beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan)," katanya.
Farid Nur menambahkan penyaluran beras SPHP dapat dilakukan melalui toko pengecer di pasar tradisional, toko binaan pemda, koperasi desa/kelurahan merah putih, gerakan pangan murah (GPM) oleh dinas ketahanan pangan.
Kendalanya, Bulog tidak bisa menyalurkan beras SPHP tanpa adanya rekomendasi atau permintaan dari pemda dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan.
"Beras SPHP termasuk dalam kategori beras medium yang dikemas dalam karung 5 kg. Harga jual sesuai HET Rp12.500 per kg dengan membatasi pembelian maksimal 2 karung per orang," ucapnya.

