Mamuju (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Barat menggelar seleksi 12 peserta Pertukaran Pemuda Antar-Provinsi (PPAP) 2025 tingkat provinsi setempat.
Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Sulbar Karnoto di Mamuju, Rabu, mengatakan 12 peserta seleksi PPAP itu hasil seleksi dari enam kabupaten di Sulbar.
"Jadi, setiap kabupaten mengirimkan dua peserta, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan dari hasil seleksi di tingkat kabupaten," katanya.
Sebanyak 12 peserta itu, katanya, akan mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sulbar untuk mewakili daerah itu pada seleksi tingkat nasional.
"Hasil seleksi ini akan memilih tiga pasangan terbaik dan akan kami kirim ke tingkat pusat untuk mengikuti seleksi tingkat nasional dan akan terpilih satu pasangan terbaik yang akan mewakili Sulbar," katanya.
Kadispora Sulbar Safaruddin Sanusi DM mengatakan PPAP program tahunan mandatori dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang bertujuan memperkuat persaudaraan, wawasan kebangsaan dan pemahaman lintas budaya di kalangan generasi muda Indonesia.
"Melalui program ini, pemuda dari berbagai daerah akan saling bertukar pengalaman, budaya, pengembangan pemuda dalam pemberdayaan masyarakat dan inovasi di provinsi tujuan penugasan. Selain itu, juga menciptakan jejaring komunikasi dan kolaborasi antar-pemuda se-Indonesia," katanya.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Purna Prakarya Muda Indonesia (DPD PPMI) Provinsi Sulbar Saiding mengatakan peserta yang akan menjadi utusan daerah itu, agar berperan sebagai cerminan karakter orang Sulbar yang "Malaqbi" atau bermartabat.
Budaya "Malaqbi", katanya, bukan hanya kata tetapi merupakan nilai luhur yang mencerminkan sikap dan tindakan mulia, seperti tutur kata yang santun, perilaku yang baik, dan keselarasan antara ucapan dan perbuatan.
Ia menjelaskan budaya "Malaqbi" menjadi bagian penting dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Sulbar.
"Siapapun yang ada di Sulbar ini harus bisa mencerminkan karakter dan kearifan lokal. Saya juga berpesan kepada dewan juri agar menilai secara objektif. Kalau memang memenuhi kualifikasi siapapun orangnya itulah yang harus diutus," katanya.
Koordinator dewan juri, Busman Rasyid, mengatakan proses penilaian meliputi tes wawancara dan presentasi.
Ia menyebut lima aspek penilaian, yaitu pengembangan pemuda/masyarakat, karakter, memahami Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), komunikasi serta seni dan budaya.
Seleksi berlangsung selama 11-13 Agustus 2025. Peserta yang lolos akan mewakili Sulbar pada kegiatan PPAP tingkat nasional pada 2025.

