
Distanak Sulbar: Penggunaan Alsintan Lebih Efektif

"Alat diciptakan untuk mempermudah pekerjaan petani mulai dari bajak lahan, menanam benih padi sampai dengan panen. Pengadaan Alsintan ini juga bagian untuk pencapaian target program peningkatan produksi pangan lokal dan nasional," kata Kepala Distan
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Barat, menyampaikan di era modern saat ini maka penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern tentu lebih efektif dan efisien dibandingkan petani harus menggunakan pola tradisional.
"Alat diciptakan untuk mempermudah pekerjaan petani mulai dari bajak lahan, menanam benih padi sampai dengan panen. Pengadaan Alsintan ini juga bagian untuk pencapaian target program peningkatan produksi pangan lokal dan nasional," kata Kepala Distanak Sulbar, Ir.H.Muhammad Abduh di Mamuju, Minggu.
Ia menyampaikan, salah satu alat yang disiapkan pemerintah saat ini berupa Handtraktor untuk digunakan membajak lahan. Alat ini cukup efisien jika dibandingkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode lain.
"Jika petani mengolah lahan seluas 1 hektare dengan menggunakan cangkul, maka petani membutuhkan waktu selama 50 hari atau membajak dengan mengandalkan tenaga sapi itu juga menghabiskan waktu sampai 25 hari. Sementara jika hanya menggunakan teknologi Alsintan berupa Handtraktor hanya memerlukan waktu sekitar 10 jam dari luas lahan sekira 1 hektare," kata Abduh.
Pemerintah provinsi saat ini tidak hanya memberikan Alsintan Handtraktor, namun Rice Transplanter atau alat untuk menanam benih juga telah tersalurkan.
"Alat ini tentu lebih efisien dibandingkan harus menanam dengan tenaga manusia. Perbandingannya, jika menanam benih padi dengan sawah seluas 1 hektare dengan tenaga manusia maka asumsinya membutuhkan 10 orang dengan masa kerja selama 10 jam dengan upah dan konsumsi pekerja itu bisa menguras dana hingga Rp14 juta. Tetapi apabila kita menggunakan Rice Transplanter maka petani hanya membutuhkan waktu empat hingga 5 jam saja dengan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) enam liter dan tambahan gaji operator," urai Abduh.
Dengan demikian kata dia, penggunaan Rice Transplanter tersebut sama halnya 20 kali lebih efisien dibandingkan metode penanaman secara manual dan itu akan membantu petani dalam menopang ekonomi masyarakat. Nurul H
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
