
Realisasi Pad Makassar Rp900 Miliar

"Kita punya banyak potensi untuk ditingkatkan pendapatan kota ini, asalkan mereka diberikan sedikit warning, maka semua bisa bekerja maksimal," ujar Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat memberikan penghargaan kepada wajib pajak dan lurah
Makassar (ANTARA Sulsel) - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar jelang penghujung tahun 2014 ini sudah melampaui angka Rp900 miliar dari penerimaan tahun sebelumnya yang hanya Rp500 miliar lebih.
"Kita punya banyak potensi untuk ditingkatkan pendapatan kota ini, asalkan mereka diberikan sedikit warning, maka semua bisa bekerja maksimal," ujar Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat memberikan penghargaan kepada wajib pajak dan lurah dan camat di Balaikota Makassar, Senin.
Ia mengatakan, penghargaan kepada wajib pajak dan camat, lurah, serta kolektor kelurahan yang mencapai target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) itu adalah wujud apresiasi atas kerja keras mereka.
Adapun kriteria pengharagaa yang diberikan kepada kecamatan dan kelurahan yang berhasil mencapai realisasi target peneriman PBB-P2 sebelum jatuh tempo tanggal 30 September 2014, serta wajib pajak yang melakukan pembayaran secara tepat waktu.
"Hingga saat ini kecamatan yang sudah mencapai realisasi 100 persen adalah Kecamatan Bontoala. Tahun ini penerima penghargaan itu 40 lurah, 40 kolektor dan 26 wajib pajak, hotel, restoran, hiburan, reklame dan pajak penerangan jalan (PPJ)," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Makassar Takdir Hasan Saleh.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan lahirnya Undang Undang Nomor 28 tahun 2009 diberikan kewenangan untuk mengelola pajak dan restribusi sesuai karekteristik daerahnya.
Beberapa pajak yang dikelola sendiri antara lain pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), dan Pajak Air Bawah Tanah.
Selain jenis pajak yang diatas lanjut Danny, pemkot juga mengelola beberapa jenis pajak diantaranya, pajak hotel, pajak hiburan, pajak air bawah tanah, pajak restoran, pajak parkir, pajak penerangan jalan, pajak reklame, pajak mineral bukan logam daan pajak sarang burung walet.
"Pada tahun 2013 PBB-P2 memberikan kontribusi yang cukup besar kepada PAD sekitar Rp77,837 miliar. Pada tahun 2014 ini ditargetkan sekitar Rp114,845 miliar. Ada peningkatan yang cukup signifikan sekitar Rp37 miliar lebih," ujar Danny dalam sambutannya.
Lebih lanjut Danny sapaan akrab wali kota mengungkapkan PAD tahun lalu sekitar Rp500 miliar, sekarang sudah mencapai Rp900 miliar, artinya ada peningkatan sekitar Rp400 miliar.
"Artinya kita belum begitu maksimal sudah signifikan peningkatannya. Pada tahun 2015 saya akan memimpin langsung pajak. Dalam meneropong target 1 triliun. Pendapatan ini akan dikembalikan pada pegawai untuk kesejahteraan di pemkot makassar," papanya.
Danny menyampaiakan pendapat pajak hotel dan restoran juga salah satu tertinggi. Kendati ada kebijakan pemerintah pusat pembatasan kegiatan di hotel bagi PNS, itu tidak membuat pesimis untuk pemasukan jumlah pengunjung dihotel di Makassar.
"Tugasnya Pemkot mendatangkan orang ke Makassar, dengan memperbanyak even-even. Sehingga tamu banyak datang ke Makassar. Sistem pajak juga kita akan lakukan secara online," ucapnya.
Mantan konsultan tata ruag kota ini juga meminta kepada lurah dan camat selalu mengedepankan keramahan dalam melaakukan penagihan pajak ke wajib pajak. Biqwanto
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
