Logo Header Antaranews Makassar

PT Matahari : Kehadiran Hypermart tak Matikan UKM

Minggu, 28 Desember 2014 14:43 WIB
Image Print
"Justru kehadiran hypermart menghidupkan mereka. Nelayan yang hasil tangkapannya cuma satu perahu, bisa bertambah menjadi dua atau tiga perahu karena akan dibeli hypermart. Demikian pula sayur-sayuran juga akan dibeli dari petani lokal yang lebih seg

Kupang (ANTARA Sulsel) - "Director of Corporate Communications" PT Matahari Putra Prima, Danny Kojongian menegaskan kehadiran Hypermart di Kota Kupang tidak akan mematikan usaha para pedagang kecil dan menegah di Kota setempat.

"Justru kehadiran hypermart menghidupkan mereka. Nelayan yang hasil tangkapannya cuma satu perahu, bisa bertambah menjadi dua atau tiga perahu karena akan dibeli hypermart. Demikian pula sayur-sayuran juga akan dibeli dari petani lokal yang lebih segar daripada didatangkan dari luar," katanya di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan hal itu mengklarifikasi opini yang berkembang bahwa kehadiran gerai modern itu akan perlahan tapi pasti hypermart akan mematikan pedagang kecil yang telah dengan susah payah membagun toko, watung dan kiosnya untuk mempertahankan hidupnya.

Ia mengatakan semenjak 2012, pihaknya telah merintis Program Toko, Warung, Kios (Towaki) dan anggota Towaki akan membeli barang dari hypermart dengan harga grosir untuk selanjutnya dijual ke konsumen yang tinggal sekitar usahanya itu dengan harga eceran.

Jadi, tidak benar hypermart mematikan pedagang kecil. Hypermart bukan hanya megah gedungnya, tapi dia hadir dalam keseharian masyarakat dengan prinsip pemberdayaan dan penunjang usaha untuk tetap survive," tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, 80 hingga 85 persen tenaga kerja adalah putra/putri daerah. Dengan demikian, kehadiran hypermart akan menyerap lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

Menurut Danny, kehadirannya di daerah-daerah, membuktikan bahwa hypermart dimiliki orang-orang lokal. Dan di mana pun, pihaknya selalu memberikan porsi terbesar untuk tenaga kerja lokal.

Mengenai nilai investasi untuk membangun sebuah hypermart, dia mengatakan, biasanya dialokasikan Rp20 miliar dengan pengadaan barang pada awal beroperasi sehingga totalnya Rp35 Rp40 miliar.

Selain membangun hyperrmart, Grup Lippo juga berinvestasi di bidang pendidikan dan kesehatan. Di Kota Kupang, Grup Lippo membangun Rumah Sakit Siloam dan Sekolah Lentera Harapan.

Pimpinan Grup Lippo, James Riady sebelumnya mengatakan, pihaknya akan berinvestasi di Kabupaten Rote, Pulau Flores, dan Sumba.

Dia mengaku selama 2014, pihaknya membangun sembilan gerai baru di sejumlah kota di Indonesia. Pada tahun 2015, akan ada 20 gerai baru yang dibangun, dan jumlah yang sama pada tahun-tahun mendatang.

"Target kita, akan kita bangun hypermart di 100 kota. Sekarang baru 60, artinya masih sisa 40 kota lagi yang akan didatangi," ucapnya.

Secara nasional katanya pertumbuhan mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta pada 2014 pengembangan pusat pembelanjaan nampak lebih melaju seperti tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia masa depan tumbuh pesat.

Berdasarkan data konsultan properti Colliers International tentang sektor properti di Jakarta pada kuartal I 2014, kata dia pertumbuhan tempat ritel (mal/pusat perbelanjaan) meningkat hingga 10 persen pada 2009.

Sementara katanya pada periode 2010-2013, pertumbuhan ritel rata-rata mencapai 3,6 persen per tahun, dan pada 2014 ini diperkirakan pasokan pusat perbelanjaan di ibukota diperkirakan menurun.

Meski terdapat pembangunan mal besar baru seperti St Moritz di Jakarta Barat, namun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan pasokan kumulatif untuk mal hanya tumbuh 3,2 persen.

Namun, Colliers lanjut dia menyatakan bahwa pertumbuhan yang melambat dalam pasokan mal dan pusat perbelanjaan bakal membawa dampak positif dari sisi permintaan karena tingkat okupansi yang bakal terus meningkat karena keterbatasan ruang ritel. Biqwanto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026