
Harga Kopi Stabil di Tanatoraja

Tanatoraja, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Harga kopi di daerah produsen Tanatoraja, Sulawesi Selatan, tetap stabil dibanding pekan sebelumnya.
Pemantauan di Tanatoraja, Senin, kopi Arabika dan Robusta pada tingkat petani harganya tetap stabil.
Seorang pedagang pengumpul kopi di Tanatoraja, Tawang mengatakan, harga kopi Arabika hari ini di tingkat petani Rp25.500/kg, sedang kopi robusta Rp15.000/kg.
"Harga kopi hari ini tetap stabil, karena pasokan dan permintaan masih normal," ujar Tawang.
Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulsel, ekspor kopi Sulsel periode Januari-Mei 2009 mencapai 1.850,25 ton atau senilai 6,2 Juta dolar AS.
Dari jumlah tersebut ekspor kopi Arabika mencapai 1.814,25 ton dengan nilai 6,2 Juta dolar AS sedang kopi robusta 36 ton dengan nilai 54.000 dolar AS.
Negara Tujuan ekspor kopi Arabika yang terbesar adalah Amerika Serikat 1.080 ton, menyusul Jepang 314,64 ton, Belgia 127,2 ton, dan Jerman 108 ton. Sedang kopi Robusta diekspor ke Korea dan Jepang .
Tanatoraja merupakan salah satu sentra komoditi kopi di Sulsel yang bermutu tinggi dan sudah terkenal di mancanegara, dan terletak di daerah pegunungan.
Di sebelah selatan Tanatoraja terletak Kabupaten Enrekang dengan kotanya Kalosi yang juga terkenal dengan hasil kopinya.
Sedang di sebelah barat Tanatoraja atau perbatasan Sulsel dengan Sulawesi Barat terletak Kabupaten Mamasa yang menghasilkan kopi bermutu tinggi.
Sulawesi secara geografis memang sangat baik untuk tumbuhan kopi karena kandungan zat besi di dalam tanahnya cukup tinggi yang berpengaruh pada rasa kopi yang dihasilkan.
Sebagian besar perkebunan kopi di Sulawesi dimiliki oleh perkebunan kecil serta mempunyai cara pemrosesan kopi yang unik, rasa kopi dari Sulawesi sangat gurih dan juga bersih.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
