Logo Header Antaranews Makassar

Job Fair Sulsel 2025 dibanjiri ribuan pelamar

Senin, 1 Desember 2025 19:40 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas saat membuka Job Fair 2025 di Makassar, Senin (1/12/2025). (ANTARA/Frotza Alifi)

Makassar (ANTARA) - Job Fair Sulawesi Selatan 2025 resmi dibuka di Makassar, Senin, dan langsung dibanjiri lebih dari 1.600 pencari kerja, dengan target mencapai 2.000 peserta dari berbagai kampus, alumni, hingga masyarakat umum.

Selama dua hari pelaksanaan, ada 27 perusahaan swasta yang hadir dan kegiatan ini menjadi pusat perhatian publik yang tengah mencari pekerjaan menjelang akhir tahun.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas mengatakan job fair ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja Sulsel.

“Ini sudah menjadi gelaran ketiga, dan Pak Gubernur melihat hasilnya luar biasa. Karena itu, beliau meminta agar kegiatan seperti ini tidak berhenti di tiga kali saja, tetapi dilakukan empat kali ke depan. Ini bukti bahwa pemerintah melihat dampak nyatanya,” ujar Jayadi.

Ia mengatakan penyelenggaraan job fair di sejumlah perguruan tinggi bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya memperluas akses dan menyasar kelompok usia produktif.

“Kita tahu bahwa sekitar 53,44% tenaga kerja kita masih didominasi lulusan SMP ke bawah. Maka kolaborasi dengan kampus menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pencari kerja dan memperkuat daya saing mereka di pasar kerja,” jelasnya.

Jayadi juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk lebih aktif menggunakan layanan informasi ketenagakerjaan. “Bagi masyarakat yang membutuhkan lowongan, sertifikasi, dan pelatihan, silakan datang ke kantor Disnaker atau mengakses aplikasi Siap Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan. Semua informasi terbuka dan bisa diakses kapan saja,” tegasnya.

Peserta job fair didominasi mahasiswa dan alumni dari Unhas, UNM, UMI, UIN, Forum disabilitas hingga kampus-kampus swasta, serta masyarakat umum yang datang langsung membawa berkas lamaran.

Seorang mahasiswa Unhas mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Saya senang ikut job fair ini. Pilihan pekerjaannya banyak dan sesuai minat, mulai dari teknisi, engineering sampai retail. Ini kesempatan besar buat saya,” ungkapnya.

Seorang peserta dari masyarakat umum juga menambahkan kegiatan ini resmi dan jelas. "Saya bisa melamar tanpa bingung. Semoga saya diterima di tempat kerja yang saya apply," katanya.

Job fair tahun ini diikuti perusahaan lintas sektor yang membuka peluang kerja cukup besar, terutama menjelang akhir tahun.

Menurut penyelenggara bidang kepanitiaan, trafik pendaftaran meningkat signifikan sejak hari pertama.

“Perusahaan yang ikut tahun ini cukup banyak. Ada yang masih menunggu pembukaan sektor, seperti F&B, tetapi mayoritas sudah aktif mencari tenaga kerja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa job fair tahun 2025 direncanakan tiga kali, dan pada 2026 akan ditingkatkan menjadi empat kali, bergantung pada anggaran yang ada.

Perwakilan recruiter dari BTPN Syariah memberikan semangat untuk para pencari kerja.

“Yang paling penting itu kalau ada kesempatan, ambil. Kadang tidak sesuai passion, tapi anggap itu sebagai peluang. Dari situ kita bisa belajar komunikasi, negosiasi, dan keterampilan lain yang berguna,” ungkapnya.

Dengan antusiasme tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Disnaker Sulsel optimistis job fair ini menjadi ruang temu yang efektif antara pencari kerja dan industri.

“Peserta datang membawa harapan. Kami ingin memastikan kegiatan ini memberi hasil nyata dan membantu menekan angka pengangguran di Sulawesi Selatan,” tutup Jayadi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026