
BPBD Makassar kenalkan tekonologi VR ke siswa saat hadapi bencana

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperkenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada para siswa sekolah dalam menghadapi bencana.
Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar di Makassar, Sulsel, Kamis menjelaskan penggunaan teknologi VR merupakan bagian dari transformasi edukasi kebencanaan yang lebih adaptif dan mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kesiapsiagaan itu tidak cukup hanya dengan teori. Anak-anak perlu merasakan simulasi secara langsung. Dengan VR, mereka bisa belajar bagaimana bersikap saat gempa, banjir, atau kebakaran tanpa rasa takut," ujarnya.
BPBD Kota Makassar terus bergerak aktif memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui Inovasi Salama (Sadar dan Siaga Selamatkan Makassar). Inovasi ini diimplementasikan melalui beragam aktivitas, salah satunya edukasi kebencanaan pada usia dini di tatanan sekolah.
Melalui edukasi ini, kata Fadli, siswa diharapkan dapat memahami bahwa setiap bencana memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda, sehingga ketika bencana benar-benar terjadi, mereka tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri.
""Harapannya, saat bencana datang, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan tidak panik,” ujarnya.
Fadli menegaskan edukasi kebencanaan sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi keselamatan warga Kota Makassar.
“Anak-anak hari ini adalah generasi penyelamat di masa depan. Jika sejak sekarang mereka paham mitigasi bencana, maka budaya sadar dan siaga bencana akan tumbuh kuat di Kota Makassar,” tambahnya.
Dengan inovasi Salama dan pemanfaatan teknologi VR, BPBD Kota Makassar berharap kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya dipahami oleh orang dewasa, tetapi juga tertanam kuat sejak usia sekolah, demi terwujudnya Makassar yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
