
Pemkot Makassar garap pertanian perkotaan terintegrasi jadi pusat edukasi

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menggarap pertanian perkotaan (urban farming) terintegrasi sebagai bagian dari strategi edukasi dan penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad di Makassar, Jumat, mengatakan, pada Januari 2026 ini, proses perencanaan pembangunan dua unit urban farming yang berlokasi di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya, dalam kawasan Edukasi Farming (Edufam) bisa dirampungkan.
"Perencanaan ini, kami perkirakan memakan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan, mulai dari proses di ULP hingga pemilihan konsultan," ujarnya.
Aulia mengatakan tahapan pembangunan kawasan Edufam telah memasuki fase awal. Progres, telah resmi memasuki tahap pengadaan melalui unit layanan pengadaan (ULP), sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan pembangunan fisik yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi lintas perangkat daerah.
Di mana, progres saat ini, proses perencanaan kawasan Edufam resmi masuk ke tahap pengadaan melalui unit layanan pengadaan (ULP).
Tahap awal pembangunan difokuskan pada penimbunan lahan, baik di kawasan Barombong maupun lanjutan penimbunan di Sudiang.
Aulia menyebutkan, penimbunan di Sudiang telah dilakukan sebagian melalui anggaran perubahan sebelumnya dan akan dilanjutkan pada anggaran pokok tahun berjalan.
Setelah penimbunan selesai, baru kita lanjutkan ke pembangunan fisik berikutnya secara bertahap.
"Rencana Edufam, di Barombong dan Edufam Sudiang. Di lokasi ini semua kegiatan terintegrasi, mulai dari kebun pertanian, peternakan ayam, budidaya jamur, budidaya maggot, sampai dengan pengolahan sampah," tutur Aulia.
Menurutnya, konsep Edufam tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan percontohan pertanian, perikanan, dan peternakan yang adaptif terhadap kondisi perkotaan.
Pengembangan kawasan Edufam melibatkan lima organisasi perangkat daerah (OPD) secara lintas sektor, guna memastikan pembangunan berjalan terpadu dan berkelanjutan.
Kelima OPD tersebut yakni DP2, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan.
Dinas PU bertugas menangani pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung di kawasan Edufam. Dinas Perhubungan menangani penerangan dan kelistrikan.
"Sementara Dinas Ketahanan Pangan membangun cold storage untuk penyimpanan hasil panen kelompok wanita tani (KWT) dan kelompok tani," jelas Aulia.
"Sementara itu, DP2 berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, serta DLH mendukung pengelolaan lingkungan dan sistem pengolahan sampah terpadu," tambah Aulia.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
