
Heartline Market jadi wadah UMKM dan pendidikan di Makassar

Makassar (ANTARA) - Heartline Market hadir sebagai kolaborasi yang mengintegrasikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan dunia pendidikan di Kota Makassar.
Kegiatan ini digelar di Mall Phinisi Point Makassar pada 4-8 Februari ini adalah sebagai upaya memberikan wadah bagi sekolah dan pelaku UMKM lokal untuk menampilkan aktivitas serta produk kepada masyarakat luas.
Salah satu panitia kegiatan, Amel, menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan Heartline Market adalah mendukung UMKM lokal sekaligus sektor pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan kerja sama yang dijalin penyelenggara dengan berbagai pihak di bidang pendidikan.
"Kami memberikan wadah bagi sekolah-sekolah yang ingin membuat kegiatan, terutama yang dananya belum cair. Kami fasilitasi mulai dari panggung hingga tempat," ujar Amel saat ditemui Rabu.
Ia menambahkan, kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum dan dirancang agar sekolah dapat menjalankan aktivitasnya masing-masing dalam satu ruang yang sama.
Acara ini dibuka Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar Irwin Ramadhani Ohorella, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain panitia, penggagas Heartline Market, Ica, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan market yang digagas oleh Searah Management. Meskipun tim di dalam manajemen tersebut telah berpengalaman menggelar berbagai event, Heartline Market menjadi kegiatan pertama yang secara khusus mengangkat konsep kuliner.
Menurutnya, banyak sekolah di Makassar yang memiliki ide dan potensi kegiatan, tetapi terkendala dana karena bantuan operasional sekolah belum cair. Melalui Heartline Market, Searah Management memberikan ruang tanpa memungut biaya, termasuk menyediakan hadiah yang sepenuhnya berasal dari manajemen.
Dalam mendukung perekonomian lokal, Heartline Market juga menggandeng UMKM lokal dengan dukungan dari dunia pendidikan dan Dinas Pariwisata. Konsep ini sengaja diterapkan agar perputaran ekonomi tetap berada di Kota Makassar.
"Kalau kita mendatangkan tenant dari luar, otomatis perputaran uang keluar. Itu sama saja tidak menyejahterakan UMKM lokal," ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada pembukaan acara. Sekitar 50 key opinion leader (KOL) dan selebgram diundang untuk meningkatkan daya tarik dan promosi agar pengunjung semakin ramai di hari-hari berikutnya. Aktivitas hari pertama dipusatkan di satu panggung utama, sementara panggung kedua baru digunakan pada hari selanjutnya karena tingginya antusiasme dari komunitas dan institusi pendidikan.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan kompetisi tari. Seluruh musik yang digunakan dalam kompetisi tersebut digarap oleh tim internal dengan memanfaatkan jingle resmi Heartline Market yang telah diaransemen ulang.
Salah seorang pengunjung, Sarah mengaku tertarik singgah karena adanya penampilan tari pada pembukaan acara. Selain itu, setiap tenant dilengkapi banner promosi, dan pengunjung yang berbelanja dapat memperoleh potongan harga melalui voucher yang tersedia.
"Awalnya saya hanya lewat, tapi karena ada penampilan tari di pembukaan acara jadi tertarik untuk singgah. Di setiap tenant juga ada banner promosi, dan kalau belanja bisa dapat potongan harga lewat voucher," ujar Sarah.
Penyelenggara berharap Heartline Market kedepannya dapat menjadi event tahunan dengan konsep yang terus berkembang. Selain itu, mereka berharap kegiatan ini mampu meningkatkan penjualan UMKM tanpa membebani tenant dengan biaya yang tinggi.
"Nantinya kami ingin event ini berkelanjutan dan terus memberi dampak positif bagi UMKM lokal," tutupnya.
Pewarta : Nur Apriyanti Dewi
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
