
Penyajian buka di Masjid Almarkaz utamakan ramah lingkungan

Makassar (ANTARA) - Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar yang secara rutin menyiapkan buka puasa bagi masyarakat setiap tahun, kini mengutamakan penyajian makanan dengan konsep ramah lingkungan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2026 panitia memilih menggunakan kemasan kertas nasi yang dilapisi daun untuk mengurangi sampah plastik.Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami menghindari penggunaan plastik seperti box atau kemasan mika karena sampahnya sangat banyak. Dengan kemasan daun dan kertas, selesai makan bisa langsung dibuang tanpa menyisakan banyak sampah plastik,” ujar pengurus Masjid Al Markaz Nanissa Suwarni di Makassar, Sabtu.
Program buka puasa ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial dan komitmen terhadap pengurangan limbah selama Ramadhan.
Program pembagian buka puasa Ramadhan di Masjid Al Markaz menargetkan 1.200 porsi takjil dan makan malam setiap harinya.
Kegiatan ini disiapkan secara terstruktur, mulai dari pembagian takjil sebelum adzan hingga distribusi makanan utama menggunakan sistem kupon setelah sholat Magrib.
Penggunaan kupon ini dilakukan agar pembagian makanan berlangsung tertib dan merata.
Pada proses produksi, dapur utama ditangani oleh satu juru masak yang dibantu sebelas orang di bagian dapur. Sementara itu, enam orang lainnya bertugas khusus menyiapkan dan membungkus takjil.
Meski tidak menghadapi kendala berarti, faktor cuaca menjadi tantangan. Sebab, dapur yang digunakan masih berupa tenda sehingga saat hujan dan angin kencang, nyala kompor tentu terpengaruh.
“Kalau hujan dan angin memang sedikit mempengaruhi, tapi di luar itu tidak ada kendala berarti,” kata Nanissa.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
