Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Sulbar catat capaian positif program kusta dan frambusia 2025

Sabtu, 21 Februari 2026 19:21 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat mencatat capaian positif dalam pelaksanaan program kusta dan frambusia pada 2025.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Sabtu, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi kinerja, menunjukkan sejumlah indikator utama berhasil melampaui target provinsi.

"Ini sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar dalam upaya pengendalian penyakit menular tropis demi mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter," kata dia.

Pada program kusta (leprosy), capaian penemuan kasus baru tanpa disabilitas mencapai 98 persen, melampaui target provinsi sebesar 86 persen.

"Sepanjang 2025, tercatat 199 kasus baru di seluruh kabupaten, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Polewali Mandar sebanyak 107 kasus," ujar dia.

Dari total kasus tersebut, 91 persen merupakan tipe Multibasiler (MB) atau tipe basah yang memerlukan penanganan intensif untuk mencegah kerusakan saraf dan kecacatan permanen.

Indikator kasus kusta pada anak berada di angka lima persen sesuai target provinsi, yakni lima persen.

Untuk penyelesaian pengobatan (Release From Treatment/RFT) tipe MB, capaian mencapai 81 persen dari target 90 persen.

"Indikator ini menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan melalui penguatan kepatuhan terapi dan pemantauan pasien secara berkelanjutan," kata dia.

Di sisi lain, program frambusia juga menunjukkan perkembangan signifikan, yakni empat kabupaten berhasil meraih sertifikasi eradikasi frambusia, melampaui target awal yang hanya menetapkan dua kabupaten bebas frambusia.

Hasil skrining lapangan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di sekolah dan desa, juga menunjukkan tidak ditemukan kasus positif.

"Capaian ini memperkuat posisi Sulbar dalam upaya eliminasi penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs)," katanya.

Namun, ia mengakui, hasil evaluasi mencatat kendala pada sistem pelaporan daring di Kabupaten Mamasa yang baru mencapai 27,8 persen, dibandingkan dengan kabupaten lain yang telah berada pada kisaran 95-100 persen.

"Penguatan sistem pelaporan berbasis digital menjadi prioritas pembenahan pada tahun mendatang," ujar dia.

Nursyamsi menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah.

"Keberhasilan pengendalian kusta dan frambusia bukan sekadar angka statistik, tetapi tentang menjaga kualitas hidup masyarakat serta mencegah disabilitas sejak dini. Ini bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing," katanya.

Ke depan, DKPPKB Sulbar akan terus memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, peningkatan kualitas tata laksana kasus, serta optimalisasi sistem pelaporan.

"Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, Sulawesi Barat optimistis target eliminasi penyakit menular tropis dapat tercapai secara berkelanjutan," kata Nursyamsi.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026