
Wali Kota Makassar tinjau kesiapan logistik pengungsi banjir di Antang

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Munafri Arifuddin meninjau langsung kondisi pengungsian banjir warga Blok 10 Perumnas Antang, Manggala, Makassar, yang sebagian wilayahnya terendam banjir.
Salah satu lokasi pengungsian yakni Masjid Jabal Nur yang setiap tahunnya menampung warga yang mengalami kebanjiran akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama beberapa pekan ini di Makassar, Rabu.
"Kita mengecek kesiapan logistik, tempat istirahat, hingga ketersediaan konsumsi untuk buka puasa dan sahurnya para pengungsi," ujar Munafri.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melihat langsung belasan Kepala Keluarga (KK) mengungsi setelah rumah mereka terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Makassar.
"Ada 11 KK yang mengungsi. Tinggi air di dalam rumah sekitar di bawah lutut, khususnya di RT 2. Kita berharap pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi bisa dimaksimalkan, terutama untuk balita dan lansia," katanya.
Dia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen penuh memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan untuk buka puasa dan sahur, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus, kata dia, menjadi prioritas utama.
Baca juga: 545 warga mengungsi di enam lokasi akibat banjir di Makassar
Munafri juga menginstruksikan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta seluruh elemen camat dan Lurah terkait, untuk tetap siaga di lokasi.
"Saya minta teman-teman dari BPBD, Dinas Sosial, dan seluruh elemen untuk standby. Pada saat ada yang dibutuhkan harus bisa merespons lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat," kata Munafri.
Selain memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Munafri menyampaikan pemerintah kota juga akan mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.
Ia mengatakan evaluasi sistem drainase dan langkah mitigasi akan menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Makassar sejak Rabu pagi menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik, termasuk di kawasan Perumnas Antang.
Meski ketinggian air di permukiman warga dilaporkan masih di bawah lutut, kondisi tersebut tetap membuat sebagian warga memilih mengungsi demi keamanan dan keselamatan keluarga mereka.
"Pemkot Makassar memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terus dipantau dan dipenuhi hingga kondisi benar-benar aman dan air surut sepenuhnya," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
