Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar memperkuat Desa Siaga Tuberkulosis

Selasa, 3 Maret 2026 05:55 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim (dua dari kiri) pada pertemuan koordinasi bersama pemangku kepentingan membahas penguatan Desa Siaga Tuberkulosis. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar pertemuan koordinasi sebagai langkah memperkuat Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) di daerah itu.

"Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas program, sekaligus mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis berbasis masyarakat," kata Kepala Dinkes P2KB Sulbar Nursyamsi Rahim di Mamuju, Senin.

Pertemuan koordinasi bersama para pemangku kepentingan tersebut, kata Nursyamsi, bertujuan menyamakan persepsi, menyusun strategi bersama, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan Desa Siaga TBC yang berkelanjutan di seluruh wilayah Sulbar.

"Program ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah melalui Konsep Panca Daya Pemprov Sulbar yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter," ujar Nursyamsi.

Nursyamsi menyatakan pengembangan Desa Siaga TBC merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi pemerintah pusat dalam mempercepat peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

"Pengembangan Desa Siaga TBC adalah wujud komitmen bersama dalam mempercepat penanganan tuberkulosis berbasis komunitas," ujar Nursyamsi .

Program itu, lanjutnya, memastikan intervensi kesehatan menjangkau hingga tingkat desa, sehingga pencegahan dan pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif.
.
Sementara Pengelola Program TBC Sulbar Harsalim menekankan pentingnya deteksi dini kasus, pendampingan pasien secara berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat desa sebagai kunci utama keberhasilan eliminasi TBC.

"Deteksi dini, pendampingan pasien, serta keterlibatan masyarakat, menjadi kunci utama keberhasilan eliminasi kasus TBC di Sulbar," ucap Harsalim.

Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Sulbar Muhammad Ihwan menyampaikan Desa Siaga TBC menjadi instrumen penting dalam penguatan pembinaan wilayah oleh Dinas Kesehatan.

"Melalui Desa Siaga TBC, pembinaan wilayah menjadi lebih terarah dan terintegrasi. Kita tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga penguatan edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat," kata Muhammad Ihwan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026