
Ujian Iptu Nasrullah di bulan penuh berkah

Makassar (ANTARA) - Nama Kanit Reskrim Polsek Panakukkang Makassar Iptu Nasrullah saat ini viral. Bukan karena sederet prestasinya, melainkan kejadian penembakan yang dinilai tak sengaja hingga menewaskan Bertrand (18) saat berupaya membubarkan keributan di Jalan Toddopuli pada Ahad pagi (1/3).
Begitulah garis hidup seorang polisi yang mengawali karirnya dengan berpangkat Bripda pada 2006 ini.
Operasi penyelamatan Bilqis (4) pada November 2025 berhasil melambungkan namanya hingga memperoleh penghargaan dari Kapolda Sulawesi Selatan, Kapolrestabes Makassar, Wali Kota Makassar dan sejumlah pihak lainnya.
Nasrullah juga diundang berbagai pihak untuk melakukan wawancara siniar (podcast) nasional terkait upaya keberhasilan penyelamatan Bilqis tersebut.
Selama bertugas, pria asal Jeneponto ini juga berhasil membantu memecahkan kasus antara lain pembunuhan berencana, peledakan pos polisi, pencurian hingga kasus narkoba.
Ketika namanya melambung, cobaan hadir di saat bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Tepatnya pada Minggu pagi (1/3), Iptu Nasrullah sedang mengendarai mobilnya untuk menuju Jalan Boulevard Makassar. Saat itu, polisi bergelar doktor ini mendengar info di Handy Talky (HT) bahwa di Jalan Toddopuli sedang terjadi perang-perangan antarkelompok pemuda.
Ia pun bergegas membelokkan kendaraannya ke Jalan Hertasning untuk menuju ke Todopuli sambil mendengar murotal Alquran di dalam mobilnya. Sesampainya di Todopuli, ia melihat sekelompok pemuda sedang perang-perangan menggunakan senjata berpeluru jelly sekitar pukul 07.00 Wita.
Saat itu ada tiga pemuda yang menendang sepeda motor dan disinyalir akan berbuat kurang baik. Ia pun segera turun dan melepaskan tembakan peringatan ke udara lalu menangkap Bertrand. Saat dipegang dengan tangan kirinya, Bertrand berontak ingin melarikan diri. Saat itulah pistol Iptu Nasrullah meletus tak sengaja dan timah panas mengenai pantat Bertrand.
Begadang bertugas semalaman hingga pukul 03.00 Wita diduga membuat kondisi Iptu Nasrullah kurang prima hingga akhirnya terjadi lah insiden tersebut.
Bertrand terluka namun masih sanggup berdiri. Iptu Nasrullah lalu membawa korban ke rumah sakit namun takdir berkendak lain, nyawa remaja tersebut tak tertolong.
Melihat ini, Iptu Nasrullah membuat laporan dan "menyerahkan" dirinya ke Propam Polda Sulawesi Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga: Polisi menembak pemuda di Makassar hingga tewas kini diproses
Pada Selasa (3/3), Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menggelar jumpa pers terkait kejadian itu, dan pihaknya sedang menangani kasusnya.
"Jadi pada kesempatan ini, kami meminta kepada seluruh warga masyarakat bahwa kami sudah melakukan tindakan-tindakan tersebut. Paling penting adalah kami melakukan tindakan penegakan hukum ke dalam," kata Kapolrestabes.
Selain itu, pihaknya menepis tudingan akses informasi ditutup kepada siapa pun, pada faktanya tidak. Arya juga meminta masyarakat turut memantau perkembangan pemeriksaan penyidikan terhadap bersangkutan baik kode etik maupun pidana.
Pihak Kompolnas juga telah turun terkait kasus ini. Penembakan itu dikaji dari rekaman CCTV yang beredar apakah itu disengaja atau tidak? Dalam video Iptu Nasrullah tidak membidikkan senjatanya ke target.
"Artinya, kalau membidik itu begini misalnya (sambil memberikan gambaran), memang nyasar satu subjek tertentu, itu tidak kelihatan. Apakah ini posisinya sengaja atau tidak sengaja, video tersebut menjadi fakta utama menunjukkan posisi tangan atau senjata tersebut," ungkap ujar anggota Kompolnas Choirul Anam saat berkunjung ke Makassar.
Begitulah kisah Iptu Nasrullah, polisi yang dinilai berprestasi meski telah melakukan kesalahan. Beragam komentar di media sosial ramai terkait namanya. Apapun yang minimpa, dipuji tak terbang, dicaci tak tumbang. Begitulah mungkin yang ada di benak Iptu Nasrullah.
Baca juga: Kompolnas kumpulkan bukti kasus penembakan terhadap pemuda di Makassar
Pewarta : antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
