
Rektor dorong dekan penuhi target kinerja

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Jamaluddin Jompa mendorong setiap dekan di kampus itu memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan karena jika tidak tercapai maka konsekuensinya mundur atau diberhentikan dari jabatan.
“Dekan itu diangkat oleh rektor dan bukan melalui pemilihan. Dalam kontrak kinerja sudah jelas, jika tidak tercapai maka tentu ada konsekuensi hingga pemberhentian kontrak,”kata dia dalam keterangan di Makassar, Senin.
Ia menjelaskan sistem evaluasi kinerja tersebut bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas di lingkungan perguruan tinggi.
Apalagi, katanya, rektor juga memiliki kontrak kinerja dengan kementerian yang harus dipenuhi.
Ia menegaskan evaluasi berbasis kinerja merupakan budaya baru yang sedang diperkuat di kampus. Prinsip ini tidak hanya berlaku bagi dekan, tetapi juga bagi dosen hingga pimpinan universitas.
“Pimpinan tidak boleh merasa nyaman dengan jabatan, justru harus melayani publik, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Ini budaya baru yang coba kita terapkan. Di universitas-universitas dunia, evaluasi seperti ini bahkan berlaku sampai pada level dosen,” kata dia.
Meski demikian, ia memastikan proses evaluasi dilakukan melalui mekanisme yang jelas dan objektif. Penilaian kinerja tidak dilakukan secara sembarangan atau dengan standar yang tidak masuk akal.
“Ada mekanismenya. Tidak mungkin kita menetapkan kriteria yang tidak masuk akal. Tidak mungkin juga seseorang diminta berhenti jika kinerjanya bagus. Itu sama saja menjebak,” katanya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
