Logo Header Antaranews Makassar

Enam peserta disabilitas ikuti UTBK SNBT 2026 di Unhas

Rabu, 22 April 2026 09:19 WIB
Image Print
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama para pimpinan melakukan pengecekan sebelum pelaksanaan ujian UTBK di Unhas, 21-28 April 2026. ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Sebanyak enam disabilitas dari total 18.871 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 21-28 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin di Makassar, Selasa mengatakan enam peserta disabilitas itu terdiri dari tiga tuna rungu, satu tuna wicara, dan dua tuna daksa.

"Di Unhas tidak terdapat peserta tuna netra yang mengikuti UTBK. Adapun penempatan difabel tuna netra diatur dan ditentukan oleh pusat dari seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak panitia sudah siapkan lokasi tempat ruang khusus untuk ujian, itu ditempatkan di lantai satu untuk mempermudah akses.

Adapun masalah pendampingan, kata dia, berhubung fasilitas dalam ruang yang dibutuhkan baik untuk tuna rungu, tuna wicara, semuanya sudah tersedia lengkap.

"Jadi tidak perlu didampingi karena istilahnya kalau ada pendampingan takutnya lagi, ini hanya soal untuk kita melakukan mitigasi sehingga tidak ada kecurigaan pada penyelenggaraan ujian yang bisa lebih adil," ujarnya.

Ia melanjutkan, Unhas telah melakukan berbagai persiapan awal demi suksesnya pelaksanaan UTBK mulai dari web survei, koordinasi awal panitia, pengecekan listrik, air, CCTV, genset.

"Semua infrastruktur ini harus siap dan mudah-mudahan dalam penyelenggaraan dari tanggal 21 hari ini sampai tanggal 28 nanti tidak ada masalah teknis yang akan terjadi," ujarnya.

Pihaknya juga perkuat koordinasi awal admin server teknis untuk mengantisipasi, memitigasi kecurangan, bentuk-bentuk kecurangan, itu kita melakukan penambahan jammer (penghambat sinyal) untuk semua ruang ujian.

Kemudian memperkuat pengadaan ATK peserta dan ujian, penyusunan buku saku untuk menjadi pedoman baik untuk peserta, penanggung jawab lokasi, maupun wakil penanggung jawab lokasi serta para pengawas.

"Kemudian tentu kita selalu koordinasi dengan mitra untuk dukungan infrastruktur seperti air, listrik, dan telekomunikasi untuk kita terus di-backup," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026