Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar: penambahan armada damkar mendesak

Sabtu, 7 Maret 2015 21:53 WIB
Image Print
Ilustrasi mobil damkar (ANTARA FOTO/Muhammad Deffa)
"Mobil pemadam memang harus canggih, apalagi sekarang ini sudah banyak bangunan-bangunan tinggi...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyatakan penambahan 28 unit kendaraan pemadam kebakaran cukup mendesak karena 29 armada yang dimiliki saat ini sudah berumur.

"Mobil pemadam memang harus canggih, apalagi sekarang ini sudah banyak bangunan-bangunan tinggi yang menjulang. Kita butuh mobil pemadam yang bisa dioperasikan di segala situasi baik untuk permukiman, maupun untuk gedung tinggi," ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Ramdhan mengatakan, pengajuan untuk pengadaan 28 unit mobil damkar oleh Dinas Pemadam Kebakaran itu telah disetujuinya pada tahun anggaran 2015 demi memaksimalkan layanan terhadap masyarakat.

Bukan cuma penambahan armada, dia juga ingin meningkatkan kesejahteraan petugas pemadam kebakaran menjadi dua kali lebih baik. Dia berjanji akan menambah kesejahteraan para petugas pemadam jika keuangan daerah meningkat.

"Ke depan jika keuangannya memungkinan orang pertama yang ditambahkan kesejahteraannya itu petugas damkar," janjinya kepada seluruh personel pemadam kebakaran.

Terkait pembangunan di Makassar yang semakin pesat, diwarnai berbagai gedung tinggi, mantan arsitek itu meminta kepada pihak pemilik/pengelolanya untuk menyediakan alat pemadam.

"Khusus bangunan yang berlantai banyak, kita minta sediakan alat pemadam. Saya sudah instruksikan ke pemadam dan tata ruang agar itu semua dipenuhi," ujar Danny sapaan akrab Ramdhan.

Lebih lanjut Danny mengatakan sedang membangun komunikasi dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah untuk bantuan MoU dengan Jepang mobil tangga khusus gedung tinggi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Imran Samad mengaku jika saat ini, armada damkar secara keseluruhan yang dimilikinya berjumlah 29 unit dan banyak di antaranya sudah tidak bisa beroperasi dengan normal karena sudah tua.

"Mobil penembak itu tujuh unit, di antaranya mobil kecil dengan kapasitas 1.000 liter. Mobil penembak ini diprioritaskan untuk menjangkau lorong-lorong, dan tujuh armada lainnya punya kapasitas besar. Sekarang proses lelang," katanya.

Dia mengatakan dengan bertambahnya armada damkar itu akan semakin maksimal pelayanan kepada masyarakat. Semua armada yang akan diadakan ini diharapkan dapat memenuhi keinginan masyarakat. T Susilo



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026