Logo Header Antaranews Makassar

Layanan imigrasi Makkah Route Embarkasi Makassar kurang dari lima detik

Selasa, 5 Mei 2026 05:02 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan Ikbal Ismail saat memantau proses penerimaan dan pelepasan jamaah calon haji di Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (4/5/2026). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Program Makkah Route (jalur cepat) yang merupakan layanan Keimigrasian Arab Saudi di Embarkasi Makassar khususnya pada jamaah calon haji (JCH) bisa dilakukan kurang dari lima detik.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan Ikbal Ismail bersama Ketua Tim Makkah Route Embarkasi Makassar, Obaid Fala Alotaibi di Makassar, Senin, mengatakan, layanan Makkah Route memangkas waktu pemeriksaan sekaligus meningkatkan kenyamanan JCH asal Indonesia.

“Proses pemeriksaan administrasi itu kalau berjalan lancar tanpa kendala, cuma sekitar tiga detik saja," ujar Obaid Fala Alotaibi didampingi Ikbal Ismail.

Dia menyatakan program Makkah Route adalah inisiatif layanan imigrasi Arab Saudi di bandara keberangkatan Indonesia yang mempercepat perjalanan jamaah calon haji.

Melalui pra-persetujuan atau pre-clearance oleh petugas Saudi, jamaah tidak perlu lagi antre pemeriksaan paspor/visa di bandara Jeddah/Madinah, sehingga proses kedatangan lebih efisien.

Ikbal mengatakan proses pemeriksaan jika terkendala, membutuhkan waktu sedikit lebih lambat yakni berkisar 2–3 menit dan itu dilakukan secara manual.

"Sampai pada pemberangkatan jamaah kloter 17 itu dilakukan langsung oleh petugas haji asal Arab Saudi dan prosesnya memang sangat cepat, kurang dari lima detik," katanya.

Ikbal mengaku, melalui program itu seluruh proses keimigrasian diselesaikan di bandara keberangkatan di Indonesia. Setibanya di Arab Saudi, jamaah tidak perlu lagi mengantre pemeriksaan imigrasi.

“Nanti saat tiba, jamaah langsung menuju bus dan diberangkatkan ke hotel. Bahkan bagasi sudah menunggu di hotel masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, area layanan Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin telah dikategorikan sebagai wilayah kerja otoritas Arab Saudi.

“Ketika jamaah memasuki area tersebut, secara sistem sudah dianggap berada di wilayah Arab Saudi. Di situlah dilakukan pemeriksaan imigrasi,” ucapnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026