
Drone Unhas dukung modernisasi pertanian

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Kementerian Pertanian berkolaborasi mendukung modernisasi pertanian dan penguatan program swasembada pangan nasional melalui inovasi teknologi pertanian Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD).
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (JJ) dalam keterangannya di Makassar, Minggu, mengatakan USD dikembangkan sebagai teknologi pertanian presisi (precision agriculture) yang menggabungkan sistem navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) dengan mekanisme penyemprotan dan penaburan benih otomatis.
Teknologi tersebut memungkinkan distribusi benih berlangsung lebih merata, penggunaan bahan menjadi lebih efisien, serta waktu kerja di lapangan jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional.
Prof JJ menjelaskan, hadirnya USD menunjukkan bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian yang terus berkembang.
Menurutnya, modernisasi pertanian tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas.
"Pertanian modern membutuhkan peralatan modern. Teknologi harus hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung swasembada pangan. Drone ini bukan lagi sekadar prototipe, tetapi aksi nyata penguatan industri pertanian modern," Jelas Prof. JJ.
Prof JJ menambahkan, seluruh komponen pengembangan USD merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Unhas.
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki kapasitas menghasilkan teknologi strategis yang mampu bersaing sekaligus menjawab kebutuhan nasional.
"Ini adalah drone buatan anak bangsa, buatan Unhas. Ini membuktikan anak bangsa mampu mengembangkan teknologi sendiri. Kita ingin membangun kemandirian teknologi sebagai pondasi menuju Indonesia Emas," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
