
Basarnas evakuasi pendaki di pos 8 Gunung Bulu Baria, Gowa

Makassar (ANTARA) - Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar melaksanakan operasi SAR terhadap seorang pendaki laki-laki bernama Reyhan (25) yang mengalami kecelakaan di Pos 8 Gunung Bulu Baria, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Setelah menerima laporan, kami segera menerjunkan personel untuk bergerak ke lokasi kejadian di Gunung Bulu Baria demi memberikan bantuan evakuasi medis darurat kepada korban," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Minggu.
Laporan tersebut diterima pada Sabtu malam pukul 21.55 WITA dan segera berkoordinasi dengan Potensi SAR yang berada di area lokasi terdekat untuk melaksanakan penyelamatan.
Korban mengalami cedera serius pada bagian tulang ekor karena terjatuh dari tempat tidur gantung atau ayunan (hammock) pada Sabtu, pukul 10.00 WITA. Akibat luka serius tersebut, korban tidak mampu berjalan untuk turun gunung.
Tim Rescuer KPP Makassar usai berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gowa langsung menurunkan 10 personel Rescuer dari kantor SAR Makassar menggunakan truk personel dilengkapi perlengkapan komunikasi, medis, dan peralatan khusus guna mengevakuasi korban.
Setelah mendapatkan titik lokasi korban, Tim Rescuer langsung memberikan penanganan medis awal, menstabilkan kondisi korban, serta memasangkan tandu spinal demi keamanan saat proses evakuasi.
Proses evakuasi berlanjut dengan membawa korban menyusuri jalur pendakian di gunung setempat. Tim SAR Gabungan melanjutkan penanganan dan evakuasi korban menuju Pos Registrasi di perkirakan tiba di posko registrasi.
"Pada pukul 04.00 dini hari tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari pos 8 menuju pos registrasi dan di sampai di posko registrasi siang tadi. Kondisi korban selamat namun masih lemas," kata Andi Sultan.
Operasi pencarian dan pertolongan tersebut berhasil dilaksanakan berkat kerja sama taktis dari Tim SAR Gabungan dibantu oleh masyarakat setempat.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
