Logo Header Antaranews Makassar

Unhas dan Universitas Queensland tingkatkan kerja sama riset

Jumat, 4 September 2026 16:43 WIB
Image Print
Kampus Universitas Hasanuddin. ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan dan The University of Queensland (UQ) Australia sepakat untuk meningkatkan kerja sama riset dan akademik.

Direktur Komunikasi Unhas Sawedi Muhammad di Makassar, Jumat, mengatakan kerja sama akademik yang telah berjalan bersama UQ adalah "double degree" untuk program studi Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi.

Beberapa mahasiswa Unhas bahkan telah menyelesaikan studi dan menjalani wisuda di UQ setelah menyelesaikan skripsi di Indonesia.

Program "double degree" ini berlangsung melalui sistem 2 plus 2, di mana mahasiswa akan kuliah dua tahun di Unhas kemudian menjadi mahasiswa secara penuh waktu empat semester di kampus UQ St Lucia.

Selanjutnya, kata dia, kerja sama ini akan terus ditingkatkan untuk "double degree" bidang studi ekonomi pembangunan dan manajemen serta program studi lainnya yang telah memenuhi akreditasi unggul, termasuk kesehatan.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Ansariadi mengatakan pihaknya telah membahas pengajuan program bersama New Colombo Plan (NCP). FKM menawarkan beberapa program bagi mahasiswa School of Public Health UQ, di antaranya pengenalan sistem layanan kesehatan (health care system) di Indonesia.

Hingga intervensi kesehatan berbasis masyarakat seperti posyandu dan keikutsertaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini dijalankan Pemerintah Indonesia.

“Program-program tersebut diharapkan memberi pengalaman baru bagi mahasiswa UQ yang mengikuti NCP. Selain itu, Unhas juga menawarkan berbagai program lain yang bisa dipelajari oleh mahasiswa UQ seperti konservasi hutan di Kajang, Pembuatan perahu Pinisi di Bulukumba dan tenun sutra di Sengkang,” katanya.

Ansariadi mengatakan melalui program ini, dosen muda FKM Unhas yang telah menempuh pendidikan magister (S2) berkesempatan magang di UQ selama dua hingga tiga bulan di bawah bimbingan peneliti senior.

Selama masa magang, dosen muda tersebut akan menulis artikel ilmiah sekaligus mengikuti sejumlah kegiatan pelatihan di UQ. Khusus untuk program Post Doc, dosen FKM juga melakukan riset dan penulisan artikel di UQ sekaligus bisa membimbing mahasiswa S2 dan S3 di UQ.

Kedua belah pihak juga membicarakan peluang double degree, international exposure bagi mahasiswa FKM, dan joint supervision, yaitu skema bimbingan bersama mahasiswa pascasarjana.

Dosen UQ akan membimbing mahasiswa magister (S2) maupun doktoral (S3) FKM Unhas, sedangkan dosen FKM Unhas akan menjadi pembimbing bagi mahasiswa S2 maupun S3 UQ yang melakukan riset di Sulawesi. Skema ini diharapkan bermuara pada publikasi ilmiah bersama antara kedua institusi.

“Kami memiliki setidaknya empat orang dosen yang menyelesaikan studi S2 atau S3 di UQ, dan sebelumnya sudah ada kerja sama riset dengan kolega di UQ. Tentu ini akan mempermudah implementasi kegiatan kolaborasi bidang akademik dan riset FKM dengan UQ,” ujar Ansariadi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026