
AI harus menjunjung martabat manusia

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Prof.Dr. dr. Yuda Turana menekankan pentingnya menempatkan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam kerangka yang tetap menjunjung tinggi martabat manusia.
Ia mengatakan kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bijaksana.
“Dampak teknologi harus kembali kepada satu pusat: martabat manusia. AI harus membuat kita lebih mampu, bukan lebih tergantung. Media harus membuat lebih tercerahkan, bukan lebih mudah dimanipulasi,” kata Yuda dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, perkembangan AI tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai perubahan yang turut memengaruhi cara manusia memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, bekerja, hingga menentukan pilihan.
Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya Prof. Rosdiana Sijabat menambahkan AI kini telah berkembang dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari logika sosial yang turut memengaruhi cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan informasi.
Menurut Rosdiana, perubahan tersebut berlangsung melalui proses datafikasi, kurasi algoritmik, produksi generatif, serta adaptasi institusi terhadap logika platform.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi tekankan perkembangan AI harus menjunjung martabat manusia
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
