
Mahasiswa Makassar persoalkan kenaikan BBM

"Banyaknya kilang minyak di Indonesia tentu kita tidak kesulitan minyak, mengapa pemerintah mesti terus menaikkan harga BBM...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen kembali mengelar aksi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, mempersoalkan kebijakan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan pemerintah .
"Banyaknya kilang minyak di Indonesia tentu kita tidak kesulitan minyak, mengapa pemerintah mesti terus menaikkan harga BBM yang menyulitkan masyakat ekonomi lemah." kata Adnan perwakilan mahasiswa Forum Issu-Issu Strategis di bawah jembatan layang Makassar, Kamis.
Selain isu BBM pihaknya juga mengkritisi wacana kebijakan akan kenaikan harga elpiji 3 kilogram yang akan dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tentu berimbas pada masyarakat kecil karena harga bahan pokok ikut mengalami kenaikan.
Sedangkan Tarif Dasar Listrik (TDL) diwacanakan dalam waktu dekat akan kembali dinaikkan sehingga hal ini menjadi perhatian serius sejumlah kalangan guna mengkritisi hal tersebut.
Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah agar menegakkan pasal 33 ayat 3 Undang-Undang 1945, selanjutnya mencabut Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 mengenai pengelolaan Migas yang sangat liberal serta merevisi Undang-Undang Minerba yang berprespektif konstitusi atau pro rakyat termasuk menyediakan subsidi untuk rakyat.
Dalam aksinya mereka juga mengelar teatrikal dengan membawa tabung tiga kilogram dan mengunakan topi petani dengan mencat muka mereka berwarna hijau sebagai simbol pro rakyat untuk mewujudkan ketenangan masyarakat dalam hal kesejahteraan.
Sementara aksi lainnya dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel di kantor Marketing Operation Regional (MOR) VII Pertamina jalan Garuda Makassar. Mahasiswa menggelar orasi di depan kantor tersebut termasuk menolak kebijakan penaikan BBM.
"Kami mendesak pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut karena hanya akan menyensarakan rakyat," paparnya.
Pihak Pertamina melalui Eksternal Relation Pertamina Sulawesi Taufikurachman akhirnya menerima pendemo di ruang khusus untuk berdialog terkait hal tersebut.
"Kami di Pertamina hanya sebagai operator dan bukan regulator dalam menaikkan harga, saya rasa pemerintah pasti punya alasan menaikkan harga BBM. Aspirasi ini kami terima sebagai masukan dan akan mengirimkan ke Pertamina Pusat di Jakarta," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
