
Laba Perusda Parkir Makassar Rp2,2 miliar

"Pada rapat monitoring dan evaluasi triwulan pertama ini hanya beberapa perusda yang mencatatkan laba memuaskan...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada rapat monitoring dan evaluasi triwulan pertama terhadap sejumlah perusahaan daerah setempat mencatat perolehan laba yang memuaskan seperti Perusda Parkir membukukan Rp2,2 miliar.
"Pada rapat monitoring dan evaluasi triwulan pertama ini hanya beberapa perusda yang mencatatkan laba memuaskan dan lainnya tidak sesuai dengan visi," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, pada rapat triwulan pertama ini, pihaknya mengundang enam direksi perusahaan daerah meliputi Rumah Potong Hewan (RPH), Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Perusda Terminal, Perusda Pasar Makassar Raya serta perparkiran.
Khusus untuk Perusda Parkir, jumlah dividen yang menjadi target selama satu tahun sebanyak Rp13 miliar. Pada triwulan pertama ini sudah tercapai Rp2,2 miliar atau lebih dari 17 persen.
"Angka 17 persen itu sudah lumayan bagus, meskipun sebenarnya masih berada di bawah angka persentase 25 persen. Waktunya masih panjang, masih ada tiga triwulan untuk memenuhi semua target itu," katanya.
Anggota Komisi B, Irwan Jafar menyoroti PD Parkir yang dianggap kurang optimal dalam meraih pendapatan karena angka 17 persen dianggapnya kurang memuaskan.
Seharusnya, kata dia, perusahaan itu bisa mencapai lebih banyak pendapatan jika memaksimalkan titik parkir. Dewan memiliki data bahwa di Makassar terdapat sekitar 2.600 titik parkir, tapi oleh dinas hanya disebutkan 940 titik saja.
"Tidak maksimal memang kerjanya ini direksi karena berdasarkan laporan mereka, jumlah titik parkir resmi yang dibawahi PD Parkir itu cuma 940 titik. Sedangkan data yang kami pegang ada 2.600 titik," katanya.
Menurut Irwan, sebagai perusahaan daerah, PD Parkir juga tidak sekadar memerhatikan pemasukan saja, melainkan pelayanan juga harus diutamakan.
Selama ini, kata legislator Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) itu, banyak masyarakat yang mengeluhkan sikap juru parkir yang tidak ramah dan tidak memberikan karcisnya saat diberikan uang.
"Banyak yang menerapkan gaya pemerasan. Banyak juga yang mabuk. Selain itu, banyak jukir yang menghilang saat orang mencari tempat parkir, namun tiba-tiba muncul saat hendak menagih ongkos kepada pemilik kendaraan," jelasnya.
Direktur PD Parkir, Aryanto Dammar mengatakan, pihaknya menyadari masih banyaknya kendala bagi perusahaan yang dipimpinnya untuk memaksimalkan pendapatan.
"Kami akui memang marak itu juru parkir liar yang tidak menyerahkan pendapatannya kepada kami. Tapi kami selalu berusaha memperbaiki kinerja, termasuk pelayanan," pungkasnya. T Susilo
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
