
PT Vale turut dukung PTPM pertanian berkelanjutan

"PTPM merupakan salah satu mekanisme perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program pemberdayaan ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Vale Indonesia Tbk turut mendukung Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) pertanian berkelanjutan dengan menggelar kegiatan pembelajaran dasar ekologi dan prinsip dasar sistem intensifikasi padi organik (SRI) bagi tenaga teknis penyuluh pertanian.
"PTPM merupakan salah satu mekanisme perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program pemberdayaan sebagai bagian dari kontribusi PT Vale untuk berperan serta dalam pembangunan di Kabupaten Luwu Timur," kata Direktur komunikasi dan hubungan luar PT Vale Indonesia Basrie Kamba di Luwu Timur, Rabu.
PT Vale, kata dia, mengembangkan kemitraan untuk menjaring potensi yang muncul dari aktivitas pertambangan untuk membangun warisan keberlanjutan.
"Perubahan yang dilakukan diharapkan memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat dan menjadi pionir dalam membangun kemitraan dengan tujuan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan perbaikan sosial," ujarnya.
Ia mengatakan PT Vale sebagai salah satu perusahan tambang dapat berkontribusi secara global melalui penerapan pratek terbaik dalam pembangunan berkelanjutan.
"Konsep SRI yang diperkenalkan dalam proses pembelajaran ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan, dimana aplikasi teknologi yang diperkenalkan berupa Pengetahuan dasar bertani yang ramah lingkungan serta meminimalkan ketergantungan petani terhadap kebutuhan sarana produksi. Jangan ada satu jengkal pun tanah di luwu Timur ini yang sakit karena penggunaan pestisida yang berlebihan," paparnya.
Kegiatan yang akan berlangsung 10 hingga 14 Juni 2015 ini diikuti oleh 40 tenaga teknis penyuluh pertanian se kabupaten Luwu Timur dan 6 petani kader. Kegiatan tersebut dibuka oleh staf ahli pembangunan La besse mewakili bupati Luwu Timur 10 Juni 2015 bertempat di komplek Balai Penyuluh pertanian perikanan dan kehutanan BP3K Kecamatan Nuha.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Nursih dalam laporannya menyampaikan bahwa PTPM Pertanian Berkelanjutan 2015 fokus kepada mendorong tercapainya perbaikan budidaya pertanian pada komoditas unggulan Kab Luwu Timur dengan menggunakan teknologi budidaya yang maju dan ramah lingkungan dan mendorong Terbentuknya kelembagaan petani yang kuat dan berfungsi dalam rangka pembangunan pertanian di Kabupaten Luwu Timur.
"Program pembelajaran SRI ini adalah kali kedua sebelumnya telah dilakukan untuk untuk angkatan pertama sebanyak 22 orang tenaga penyuluh pertanian dengan menghadirkan praktisi pertanian organik dari yayasan ALIKSA organik yang difasilitasi oleh PT Vale Indonesia melalui program PTPM," terangnya.
Sementara itu Bupati Luwu Timur dalam sambutannya dibacakan oleh staf ahli Pembangunan Pemerintah La Besse mentargetkan peningkatan produksi yang signifikan bagi komoditas padi, jagung dan kedelai.
"Target bagi Luwu Timur adalah peningkatan 300 kg per hektar bagi padi GKP; jagung minimal 1 ton per hektar, bagi sawah yang sudah berproduksi, serta produktivitas minimal 5,04 ton per hektar bagi pertanaman jagung yang baru," katanya.
Langkah ini, lanjutnya, dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam rangka menjamin ketahanan dan kemandirian pangan serta menghadapi perdagangan bebas, kabinet kerja telah menetapkan target pembangunan pertanian yang salah satunya adalah tercapainya swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai.
Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini . Kalau tadi dilaporkan oleh Kepala BP4K sudah 22 orang penyuluh yang dilatih tahap pertama, ditambah 40 orang di tahap kedua ini, maka saya berharap semua penyuluh dapat dilatih, bahkan saya juga berharap para pihak yang terlibat, seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, baik petugas yang berhubungan langsung dengan petani, maupun para pejabatnya, para camat dapat diberi pembekalan tentang SRI, sehingga semua ini akan menjadi energi yang besar untuk mencapai target produksi yang ramah lingkungan," pungkasnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
