
Warga dan Polisi Terlibat Bentrok di Takalar

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Tujuh polisi dan tiga warga dilaporkan terluka dalam bentrokan yang terjadi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, saat ratusan warga mencoba menghentikan aktivitas pekerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV.
Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol H Hery Subiansauri di Makassar, Minggu, mengatakan, bentrokan terjadi dalam unjuk rasa yang digelar oleh ratusan warga Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Minggu.
Anggota polisi yang terluka yakni Kapolresta Takalar AKBP Andi Asdi yang terkena lemparan batu di kaki kanannya, Kapolsek Polongbangkeng Utara AKP Abdul Malik yang terkena lemparan batu di bagian mulut sehingga beberapa giginya rontok.
Kepala Unit (Kanit) IDIK III Polres Takalar Inspektur Polisi Dua (Ipda) Idrus serta empat anggota satuan pengendalian massa (Dalmas) Polres Takalar. Mereka sudah mendapat perawatan tim medis.
Sementara itu, tiga warga yang juga terluka adalah Aris Daeng Naba (30) yang terkena peluru karet di betis kirinya, Jufri Daeng Tona (32) terkena tembakan di pinggang sebelah kirinya serta seorang lagi yang belum diketahui identitasnya.
Kedua korban yang terkena tembakan peluru karet sudah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Padjonga Daeng Ngalle sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar karena mengalami luka yang cukup serius serta seorang yang tidak memiliki identitas masih di RSU Takalar.
"Bentrokan itu terjadi karena ada oknum-oknum yang mencoba menyusup kerumunan warga kemudian memicu terjadinya keributan sehingga akhirnya warga melempari polisi dengan batu," ujarnya.
Hery menambahkan, sebelum tembakan dilepaskan oleh anggota, ratusan warga yang melakukan pelemparan dihalau dengan tembakan gas air mata, namun karena tindakan warga makin brutalnya, polisi melepaskan tembakan peluru karet yang melukai dua warga.
Kejadian itu, kata Hery, sangat disesalkan oleh pihak kepolisian karena penanganan sengketa yang sudah lama terjadi ini harusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) dan polisi hanya bertugas sebagai pengayom dan pengamanan masyarakat.
"Kita sangat menyesalkan kejadian ini karena itu Pemda Takalar harus mengambil langkah-langkah agar sengketa ini bisa segera diselesaikan agar tidak ada bentrokan berikutnya," katanya.
(T.PK-MH/R007)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
