
Harga gula merah di Mamuju melonjak tajam

"Memasuki hari keenam Ramadhan 1436 Hijriah, harga gula merah naik dua kali lipat...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Harga gula merah di pasar tradisional Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melonjak tajam hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya.
"Memasuki hari keenam Ramadhan 1436 Hijriah, harga gula merah naik dua kali lipat. Jika sebelumnya, kita masih dapatkan dengan harga Rp7.500 per buah maka kali ini menjadi Rp15.000 per buah," kata Maryam salah seorang konsumen di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, para pedagang menjual mahal gula merah lantaran pasokan sudah tak sesuai dengan permintaan. Saat kondisi seperti itu maka harga pun melonjak drastis.
Selain harga gula merah melonjak tajam kata dia, sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) juga bergerak naik seperti Ikan basah, harga telur, bawang dan termasuk kebutuhan daging ayam potong.
"Kami terpaksa membatasi untuk belanja kebutuhan selama Ramadha. Hal ini dilakukan untuk menghemat banyaknya pengeluaran selama bulan Ramadhan," jelasnya.
Ia berharap, pemerintah lebih serius melakukan pemantauan harga karena sejumlah harga kebutuhan sudah mengalami lonjakan harga yang sudah tidak wajar.
"Pemerintah harus segera melakukan operasi pasar. Kasian masyarakat yang ekonomi pas-pasan tentu semakin terbebani dengan meroketnya harga sembako," pinta Maryam.
Harga komoditas ayam potong juga melonjak menjadi Rp50,000 per ekor dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp45.000 per ekornya. Namun, naiknya harga ayam itu masih relatif wajar.
Hal senada disampaikan, wanti salah seorang ibu rumah tangga di Mamuju, mengaku sudah terbebani dengan melonjaknya sejumlah kebutuhan pokok yang dijual pedagang di pasar tradisional.
"Saya rasa harga kebutuhan pokok naik secara tidak wajar. Kami minta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan kondisi harga yang dijual pedagang," pintanya.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
