
Arus balik Pelabuhan Makassar masih sepi

"Belum ada peningkatan arus penumpang dan saat ini masih sepi," ujar Asiten Manager Aneka Usaha PT Pelindo IV Makassar H Moch Akil di Makassar, Senin.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Arus balik penumpang pada Idul Fitri 1436 Hijiah di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan terlihat masih sepi dan belum ada peningkatan secara signifikan pada H+3 lebaran.
"Belum ada peningkatan arus penumpang dan saat ini masih sepi," ujar Asiten Manager Aneka Usaha PT Pelindo IV Makassar H Moch Akil di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, saat ini kapal laut yang tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta yakni KM Lambelu dan KM Sinabung tujuan Makassar Bau-bau keduanya berangkat hari ini.
Dua kapal tersebut hanya mengangkut penumpang sekitar lima ratusan orang. KM Sinabung sudah berangkat lebih dulu pukul 08.30 WITA dan KM Lambelu pada pukul 15.00 WITA, keduanya menuju Bau-bau rata-rata penumpang lebuh dari tiga ratus orang," jelas dia.
Untuk rute KM Sinabung Makasar-Bau-Bau selanjutnya menuju Surabaya dan Jakarta. Sedangkan KM Lambelu dari Makassar-Bau dilanjutkan ke Pare-pare, Balikpapan, Tarakan, Nununkan dan Toli-toli Sulawesi Tengah.
Menurut dia, diperkirakan kondisi arus balik belum menujukkan peningkatan sampai hari ini, sehingga di prediksi puncaknya antara H+5 lebaran mengingat masih libur lebaran belum selesai.
"Untuk besok, Selasa tidak ada kapal masuk, nanti pada hari Rabu (H+5) puncak arus balik akan terjadi dan pelabuhan diperkirakan akan dipadati penumpang. Ada tiga kapal masuk yakni KM Umsini dari Surabaya, KM Ciremai dari Bau-bau dan KM Lembelu," katanya.
Sementara Humas Pelindo IV Makassar Erisanty menambahkan sepinya penumpang pada arus mudik karena masih dalam suasana libur lebaran hingga Selasa besok.
"Meskipun sepi hingga besok, kami tetap memberikan pelayanan secara optimal dan melakukan pekerjaan seperti biasa termasuk mempersiapkan secara teknis pada puncak arus mudik H+5 Rabu nanti," tambahnya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
