Logo Header Antaranews Makassar

1.283 orang terima manfaat langsung program RCL

Sabtu, 22 Agustus 2015 19:40 WIB
Image Print
"Sebanyak 90 persen dari penerima manfaat langsung tersebut adalah perempuan...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 1.283 orang di empat kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, menerima manfaat langsung dari Program Restoring Coastal Livelihood (RCL) atau Program Restorasi Penghidupan Pesisir yang dilaksanakan Oxfam dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Sebanyak 90 persen dari penerima manfaat langsung tersebut adalah perempuan, dan jika dikali dengan empat setengah orang per keluarga berarti ada lebih dari 5400 orang yang merupakan penerima manfaat dari program ini," kata Manajer Proyek RCL Jaya Tulha yang ditemui di sela-sela Workshop Exit Strategy and Final Expose dari Program RCL di Makassar, Sabtu.

Jaya mengatakan program yang dimulai sejak tahun 2010 di Kabupaten Takalar, Maros, Pangkep, dan Barru ini, adalah program pengembangan mata pencaharian masyarakat pesisir dengan isu utama berfokus pada mata pencaharian, lingkungan, dan keterlibatan perempuan di dalam perencanaan pemerintahan.

"Ada berbagai hal yang telah dilakukan, salah satunya adalah kami telah mendirikan 74 kelompok ekonomi di empat kabupaten, 14 kecamatan, 34 desa, dan 60 dusun," jelasnya.

Beberapa hasil produksi kelompok ekonomi yang didukung oleh program ini, juga turut dipamerkan dalam ekspose tersebut, misalnya Permen Rumput Laut, Kerupuk Kepiting, Abon Bandeng, dan lain-lain.

Pencapaian yang lain adalah tertatanya kembali ratusan hektar kawasan bakau yang menjadi penopang ekologis kehidupan masyarakat pesisir. RCL yang merupakan program yang didanai oleh Pemerintah Kanada bekerja sama dengan Oxfam Kanada dan Oxfam di Indonesia ini, juga mendorong penerapan pertanian organik oleh para petani.

Menjelang berakhirnya program ini, Jaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan `exit strategy` sejak program ini dimulai, dengan memastikan agar kegiatan yang dilakukan dapat berkelanjutan.

"Sejak awal kita sudah menyiapkan exit strategy, namun dalam workshop ini secara khusus seluruh pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan ini, mereview kembali apa yang telah dilakukan, melihat isu-isu apa saja yang masih perlu ditindaklanjuti, dan bagaimana komitmen dari semua pihak untuk melanjutkan apa yang sudah dicapai," jelasnya.

Pihaknya, kata dia, secara informal telah melink-kan semua program ke dalam rencana pembangunan daerah, sementara secara formal akan ada komitmen yang ditandatangani oleh Pemerintah Daerah untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan sebelumnya.

"Oxfam masih akan terus mengawasi, karena komitmen Oxfam masih ada di Sulawesi Selatan," tutup Jaya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026