
BASARNAS SULSEL SIAPKAN UNIT OPERASINYA

Makassar, 28/11 (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Sulsel menyiapkan unit operasionalnya, memasuki masa penghujan yang diperkirakan akan terjadi di sepanjang bulan Desember 2008 hingga Maret 2009.
Kepala Penanggulangan dan Perencanaan Antisipasi Bencana Basarnas Sulsel Deden Ridwansyah mengatakan, di Makassar, Jumat, setiap hari lembaga penyelamat itu telah menyiagakan 27 personil di Markas Jaga Basarnas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, sementara 30 personil lainnya bersiap di lapangan.
"Tiga tim yang masing-masing beranggotakan sembilan orang bergiliran menerima laporan dan meneruskannya ke personil di lapangan," tuturnya.
Berdasarkan pengalaman, lanjutnya, kasus kecelakaan akibat bencana alam meningkat pada waktu musim hujan. Seperti tewasnya seorang pengunjung Kawasan Wisata Bantimurung Kabupaten Maros, akibat terseret arus sungai yang meluap 24 November lalu.
Selain kawasan wisata, Basarnas juga memusatkan pengawasan di tempat-tempat yang rawan bencana, seperti sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), jalur transportasi lintas provinsi dan wilayah yang berpotensi longsor.
"Kami juga awasi kawasan perairan di sepanjang garis pantai Makassar," katanya.
Ia menjelaskan, untuk mendukung operasi tersebut Basarnas menyiapkan sejumlah peralatan pendukung.
Antara lain satu unit 'Boat' berkapsitas 12 personil yang berlayar di sepanjang perairan Makassar, dua unit 'Dump Truck' yang menyusuri jalan provinsi Sulsel sepanjang sekitar 500 kilometer dari Makassar hingga Mamuju dan peralatan berat lainnya yang dapat digunakan untuk menanggulangi longsor.
Basarnas juga bekerjasama dengan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Makassar dalam memantau perubahan kondisi cuaca dan daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrim.
Humas Basarnas Sulsel, Dewi Meliyana menambahkan, pihaknya berharap mendapat dukungan dari semua pihak dengan cara segera melaporkan ke Markas Jaga Basarnas, jika diketahui ada potensi bencana di suatu tempat.
***6***
B/Z003
(T.PK-AAT/B/Z003/Z003) 28-11-2008 18:05:55
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
