
Demokrat Sulbar rekrut 2.000 kader

"Antusias masyarakat bergabung di Partai Demokrat sangat tinggi...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat merekrut 2.000 orang kader dalam rangka memenangkan seluruh Pilkada di Provinsi Sulbar dan Pemilu 2019.
"Antusias masyarakat bergabung di Partai Demokrat sangat tinggi," kata Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sulbar Suhardi Duka pada peringatan hari ulang tahun Ke-14 Partai Demokrat di Hotel Maleo, Mamuju, Sabtu.
Menurut Suhardi, sebelumnya yang akan direkrut hanya 1.000 kader, namun sampai pendataan terakhir yang dilakukan ternyata 2.000 masyarakat siap menjadi kader Partai Demokrat.
Suhardi mengatakan, kader Demokrat yang direkrut itu untuk memenangkan Pilkada serentak pada empat kabupaten di Sulbar, yakni Mamuju, Majene, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara.
"Demokrat sebagai pemenang Pemilu 2014 di Sulbar sangat optimis kembali akan meraih kemenangan kalau kader bekerja maksimal," kata Suhardi yang juga Bupati Mamuju itu.
Ia mengatakan, pada Pemilu 2014 Demokrat hanya punya satu bupati, yakni dirinya sendiri. "Kalau empat pilkada serentak dimenangkan Partai Demokrat maka Pilkada Gubernur Sulbar dan Pemilu 2019 juga akan dimenangkan Demokrat", katanya.
Ia mengklaim selama 10 tahun menjadi Bupati Mamuju telah membawa daerah itu lebih maju.
"Pertumbuhan ekonomi Mamuju dan kemiskinan mampu diturunkan. Seluruh kandidat yang akan maju di Pilkada juga mesti membuat seperti itu, masyarakat sangat merindukan kesejahteraan," katanya.
Acara itu dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat lainnya, termasuk anggota DPR RI Venna Malinda yang mendapat perhatian ribuan orang yang hadir.
Acara itu juga dihadiri seluruh anggota DPRD Provinsi Sulbar dan anggota DPRD tingkat kabupaten se-Provinsi Sulbar dari Partai Demokrat, serta calon bupati yang diusung partai itu pada pilkada serentak di Sulbar.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
