
BPBD Luwu Timur evaluasi program Destana

"Evaluasi kegiatan Des BPBD Luwu Timur ini ditujukan untuk mengetahui lebih lanjut ...
Luwu Timur, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur melakukan monitoring dan seminar evaluasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang difokuskan pada dua desa, yakni Pongkeru di Kecamatan Malili dan Kasintuwu di Kecamatan Mangkutana.
Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Ketangguhan Masyarakat BPBD Luwu Timur (Lutim) Andarias Miding di Luwu Timur, Rabu, mengatakan Kedua desa ini memang ditunjuk BPBD sebagai "pilot project" penguatan dan pengembangan program pemberdayaan menuju masyarakat tangguh bencana.
"Evaluasi kegiatan Des BPBD Luwu Timur ini ditujukan untuk mengetahui lebih lanjut capaian program termasuk kerjasama dengan program-program lain yang sudah ada di desa. Selain itu juga sebagai bahan rujukan untuk pengembangan kegiatan baru oleh pemangku kepentingan baik di kabupaten, provinsi dan pusat" katanya.
Ia menjelaskan, sasaran pengembangan kegiatan program ketangguhan masyarakat agar warga memiliki kesiapan untuk menghadapi bencana dan kemampuan untuk mengurangi risiko serta memiliki ketahanan dan kekuatan untuk membangun kembali kehidupannya setelah terkena dampak bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan, setelah sebelumnya dilakukan pendampingan secara berkala, kini saatnya kedua desa ini di evaluasi sejauh mana program ini telah berjalan di masyarakat.
Menurut dia ada beberapa program yang akan dievalusi dari kedua desa ini antara lain, analisis risiko dengan membuat peta ancaman, kerentanan dan kapasitas, mendirikan forum relawan, rencana aksi komunitas, rencana kontijensi desa, membuat jalur evakuasi, hingga jalur ekonomi untuk pembiayaan pasca bencana.
"Melalui monitoring ini harapan kita, program Destana dapat memunculkan perbaikan konsep tanggap bencana agar menjadi lebih baik dari sebelumnya" katanya.
Intinya setiap program yang telah dilakukan harus dievaluasi. Sebab keberhasilan upaya pengurangan risiko bencana sangat ditentukan oleh adanya sinergi keterlibatan pemerintah, masyarakat serta dunia usaha secara sungguh-sungguh dan terus menerus untuk mengkampanyekan aksi-aksi pengurangan risiko bencana.
"Keberhasilan upaya pengurangan resiko bencana memang tergantung sinergi pemeritah, masyarakat serta dunia usaha untuk konsisten mengampanyekan berbagai aksi pengurangan resiko bencana di daerah ini," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
