
Bandara Sultan Hasanuddin Padat Pergerakan Penumpang

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejak bandara baru Sultan Hasanuddin dioperasikan, 4 Agustus 2008 lalu, pergerakan penerbangan sangat padat, baik penerbangan cargo maupun penumpang.
Jumlah penumpang mencapai 20.000 orang per hari atau sebanyak tujuh juta penumpang pertahun.
General Manager PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, IBG Winaya, SH di Makassar, Rabu, mengungkapkan hal itu, saat pembukaan pelaksanaan latihan Penanggulangan Gawat Darurat (PGD) Penerbangan dengan sandi Dirgantara Raharja ke-56 tahun 2009, yang dilaksanakan oleh PT persero Angkasa Pura I di bandara lama, Makassar.
Ia mengatakan, bandara baru merupakan salah satu bandara yang sangat padat pergerakan penerbangan, baik penerbangan cargo maupun penumpang.
Oleh karena itu, perlu melakukan upaya pelayanan yang baik dengan memberikan pelayanan keselamatan dan keamanan penumpang dan barang, yang didukung sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, kata Winaya.
Sebelum bandara baru dioperasikan, pergerakan penerbangan, baik penerbangan cargo maupun penumpang mencapai 1400 orang per hari dan layanan cargo mencapai 670 ton perhari yang dilayani 12 perusahaan penerbangan dan 70 rute, katanya.
Ia menjelaskan, dengan padatnya pergerakan penerbangan, tentunya pihak pengelola melakukan kegiatan pelatihan PGD penerbangan dengan maksud dan tujuan untuk menguji kehandalan fasilitas PKP sistem keamanan dan keselamatan PGD.
Di samping itu, memantapkan sistem komando, komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi keadaan darurat, katanya.
Pelaksanaan kegiatan latihan penanggulangan gawat darurat dengan melibatkan dari unsur terkait, Administrator Bandara, Lanud Hasanuddin, Polsek KP3 Bandara, Koramil SAR, dan Rumah Sakit di Kabupaten Maros dan Kota Makassar, katanya.
Selain itu, skenario latihan PGD dengan pesawat Boing 737 - 400, yang mendarat darurat dan terbakar di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar dari Jakarta.
Ketika memasuki wilayah udara Makassar pada pukul 10.10 Wita dengan ketinggian 28000 feet melaporkan kepada petugas tower bahwa pesawat mengalami kerusakan pada tekanan bahan bakar serta butuh pertolongan dan pesawat mendarat darurat pukul 10.27 wita serta petugas memberikan pertolongan pemadaman dan evakuasi penumpang, ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Didit Suryanto.
Ia menambahkan, PT persero Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin melakukan kegiatan latihan penanggulangan gawat darurat yang merupakan kewajiban pengelola bandara sebagaimana dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
