
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Sepanjang Ramadhan

Makassar (ANTARA News) - Pertamina Unit Pemasaran BBM dan Ritel Region VII Sulawesi dan Papua menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya minyak tanah dan gas elpiji di Makassar dan sekitarnya aman sepanjang Ramadhan.
"Stok minyak tanah yang sudah lepas dari subsidi pemerintah dan dijual seharga Rp7.700 per liter, itu tetap bisa ditemukan di lapangan. Begitu pula dengan gas elpiji tabung berukuran tiga kg dijamin stoknya mampu memenuhi hingga tiga hari ke depan," kata External Relations Pertamina Unit Pemasaran BBM dan Ritel Region VII Sulawesi dan Papua, Rosina di Makassar, Jumat.
Rosina mengatakan, untuk menjamin persediaan minyak tanah maupun gas elpiji, maka setiap tiga hari kapal pengangkut BBM dari Kalimantan akan tiba di Makassar.
Dengan demikian, tidak perlu khawatir kehabisan stok, apalagi cuaca cukup cerah bebeberapa pekan terakhir ini .
"Yang biasanya menghambat kelancaran stok itu hanya proses pengapalan dan distribusi ke daerah tujuan. Namun dengan kondisi cuaca cerah, kami optimis semuanya akan lancar," katanya.
Sementara dari data yang diperoleh dari Pertamina diketahui, rata-rata komsumsi BBM di Sulawesi sekitar 2.700-2.800 kiloliter (kl) per hari.
Jumlah tersebut sudah termasuk kebutuhan Sulsel sebesar 1.500- 1.600 kl per hari dan komsumsi BBM di Makassar mencapai 870-900 KL per hari.
Khusus komsumsi BBM di Makassar untuk jenis premium 1.500 kl, solar 200 kl, Pertamax 8 kl, dan avtur 424 kl masing-masing per hari.
"Untuk mengantisipasi peningkatan komsumsi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, biasanya kami menambah pasokan sekitar 10 persen dari kondisi normal. Namun sebelumnya, kita melihat dulu kondisi di lapangan terkait dengan kebutuhan BBM itu," kata Rosina.
Konsumen mengeluh
Kendati pihak Pertamina menjamin stok BBM aman di Makassar dan sekitarnya, kenyataan di lapangan menunjukkan sejumlah warga masyarakat mengeluhkan langkanya minyak tanah di pasaran, sehingga harus membeli dengan harga tinggi.
"Kalau biasanya, masih diperoleh Rp7.700 per liter, kini harus ditebus Rp8.000 per liter," kata salah seorang warga Desa Pajjukukang, Kecamatan Maccini Baji, Kabupaten Maros, Hasbi.
Hasbi mengatakan, harga minyak tanah yang dibeli di tingkat pengecer itu hanya berjarak sekitar 35 kilometer dari Makassar. Sementara Pertamina baru menoleransi penambahan ongkos angkutan bagi distributor jika jaraknya sudah 60 kilometer.
Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan gas elpiji ukuran tabung 12,5 kg. Warga di Kota Makassar rata-rata membeli seharga Rp80 ribu - Rp85 ribu per tabung, padahal sebelumnya hanya Rp75 ribu per tabung.
"Tingginya harga gas elpiji yang diecerkan ini, sungguh memberatkan kami yang hanya pegawai honorer di salah satu kantor pemerintah Makassar," kata salah seorang warga Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Makassar, Hamsinah.
Berkaitan dengan hal tersebut, ia berharap agar pihak Pertamina segera melakukan operasi pasar (OP), dan jangan menunggu harga BBM makin mencekik kehidupan masyarakat berekonomi menengah ke bawah baru tim Pertamina bertindak.
(SDP-15/A011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
