Logo Header Antaranews Makassar

Dewan Pendidikan Makassar ingatkan proses lelang kepsek

Kamis, 14 Januari 2016 15:40 WIB
Image Print
"Banyak persoalan yang muncul saat seleksi terutama uji publik calon Kepsek...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pendidikan Kota Makassar Syahril Badaruddin mengingatkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto agar proses lelang Kepala Sekolah harus didasari dengan penilaian moral, etika serta mengedepankan rekam jejak para kandidat tersebut.

"Banyak persoalan yang muncul saat seleksi terutama uji publik calon Kepsek. Untuk itu kami hanya mengingatkan agar moral dan etika termasuk calon yang mempunyai cacatan buruk masa lalu tidak menjadi prioritas kelulusan," ujar Syahril di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurut dia, meski lelang jabatan kepsek itu merupakan langkah maju dan salah satu bentuk revolusi mental, akan tetapi seleksi itu diharapkan tidak mengurangi kredibilitas pada proses rekruitmen para calon pimpinan sekolah ini.

"Sebaiknya tidak direkomendasikan bagi para kandidat yang mempunyai `track record` buruk seperti pernah di pecat hingga tersangkut masalah hukum serta persoalan etika dan moral selama proses belajar mengajar di sekolahnya," paparnya.

Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Kemendiknas) No 28 tahun 2010 tentang syarat-syarat pengangkatan kepala sekolah, tentunya hal ini menjadi acuan dalam proses seleksi terutama mengendepankan catatan prestasi dalam lingkungan sekolah terutama pernah mengharumkan nama sekolah itu yang harus diakomodir.

"Sangat disayangkan masih saja dalam uji publik maupun rekam jejak ada yang diloloskan peserta calon kepsek memiliki rapor merah atau catatan yang buruk. Beberapa kali kami menyarankan agar Wali Kota lebih transparan dalam proses itu sehingga ada kesan baik dan publik akan menilai ini secara terbuka tidak negatif," tambahnya menyarankan.

Sebelumnya, Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku telah mendapatkan laporan adanya oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diduga terlibat dalam praktik jual beli lelang jabatan kepsek yang sedang berlangsung dan disinyalir dihargai Rp50 juta.

"Itu benar, saya sudah dapat laporan melalui WhatsApp tentang praktik jual beli jasa pengurusan salah satu peserta kepsek itu. Akan dilakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran laporan itu, siapa pun terlibat dua-duanya kena," tegasnya.

Selain itu diriya juga akan mempertanyakan tim seleksi soal sistem input seperti adanya dugaan peserta kepsek dilaporkan sudah meninggal dunia, tapi tetap diloloskan dalam uji kompetensi hingga uji publik termasuk rekam jejak. Danny Pomanto mengaku telah mengantongi identitas oknum tersebut namun enggan membeberkan.

Hingga saat ini pengaduan masuk di Pemkot Makassar tentang lelang jabatan Kepsek telah mencapai 215 melalui pesan singkat lewat operator di hot line 08114133569. Satu laporan disampaikan langsung mantan Ketua Komite SDN Inpres Butta Tianang 2 Kecamatan Tallom, Abdul Rahman Tulo, melaporkan calon Kepsek Hasanang kini masih menjabat Kepsek terkait dugaan pemalsuan tandatangan pencairan dan BOS triwulan pertama Januari-Maret sebesar Rp65,4 juta.

Diketahui jumlah peserta calon Kepsek sebanyak 737 orang yang mengikuti Uji Publik mulai 11-17 Januari 2016 dengan total yang akan mengisi kursi kepsek di sejumlah Sekolah SD, SMP dan SMA sebanyak 436 orang.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026