Logo Header Antaranews Makassar

435 Kepsek terpilih Makassar belum dilantik

Sabtu, 19 Maret 2016 05:33 WIB
Image Print
"Saat ini kita sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar proses pelaksanaan UN nanti berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala-kendala," ujarnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar sesuai dengan jadwalnya yakni pada 4-7 April masih menyisakan sejumlah kekhawatiran karena 435 kepala sekolah terpilih hasil lelang jabatan belum juga dilantik Wali Kota Makassar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Salam Soba di Makassar, Jumat, mengatakan, pelaksanaan ujian nasional tahun ini akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

"Saat ini kita sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar proses pelaksanaan UN nanti berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala-kendala," ujarnya.

Salam mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK yang berlangsung tanggal 4-7 April mendatang.

"Kordinasi dengan semua sekolah di 24 kabupaten dan kota sudah kita lakukan. Namun yang dikhawatirkan lelang Kepsek di Makassar karena sampai saat ini belum ada yang dilantik," katanya.

Menurutnya, kepala sekolah yang sudah dinyatakan terpilih agar secepatnya dilantik karena saat ini semua sekolah dari semua tingkatan itu dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya segera mengagendakan pelantikan kepada 435 calon kepsek yang sebelumnya lolos dalam uji publik dan rekam jejak.

"Secepatnya akan kami rampungkan sehingga pelantikan segera dilaksanakan. Mungkin pekan depan kita sudah bisa melantik kepala sekolahnya," katanya.

Sebelumnya, pada 2015, Makassar telah sukses menggelar UN Online dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) di 11 SMA yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan.

Bahkan hasil pemantauan oleh Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar menyebutkan, semua sekolah penyelenggara UN Online berbasis komputer (CBT) berjalan lancar tanpa adanya keluhan dari para guru dan murid.

Ketua Komisi D DPRD Makassar Mudzakkir mengaku, jika Kota Makassar dipercaya menggelar UN Online di 11 SMA. Mudzakkir menjelaskan bahwa selama ini kekhawatiran Dewan adalah seputar kesiapan sarana dan prasarana masing-masing sekolah.

Namun berdasarkan pantauan dan bincang-bincang yang dilakukan dewan, terutama ketersediaan perangkat komputer yang didukung tenaga listrik serta koneksi internet juga tidak menemui kendala.

"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan ternyata kekhawatiran kita selama ini tidak terbukti. Nyatanya, guru dan murid menikmatinya, tidak ada kendala selama pelaksanaannya," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026