Logo Header Antaranews Makassar

Stok Beras Sulselbar Capai 190 Ribu Ton

Senin, 24 Agustus 2009 10:35 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Stok beras operasional Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) pada posisi Agustus 2009 mencapai 190 ribu ton, cukup untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama 18 bulan ke depan.

"Stok beras yang dikuasai Bulog Sulselbar saat ini berada pada tingkat aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras, khususnya menghadapi hari raya Idul Fitri 2009," kata Humas Perum Bulog Sulselbar Umar Said di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino pada 2009, Bulog Sulselbar siap menyerap sebanyak-banyaknya produksi petani dengan mengoptimalkan pengisian gudang-gudang Bulog yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Sulsel dan lima kabupaten di Sulbar.

Berdasarkan data Perum Bulog Sulselbar diketahui, total pengadaan gabah setara beras sejak Januari - Agustus 2009 mencapai 277 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 46 persen dibanding periode yang sama 2008 yakni sekitar 250 ribu ton.

Sementara sentra beras yang menyumbang pengadaan beras hingga pekan keempat Agustus 2009 masing-masing Kota Parepare dan Kabupaten Sidrap yang rata-rata di atas 36 ribu ton beras, disusul Kabupaten Maros sekitar 36 ribu ton, Wajo 29 ribu ton, Bulukumba 20 ribu ton dan Kota Palopo Sebanyak 16 ribu ton beras.

Konsumsi beras rata-rata masyarakat Sulselbar yang berjumlah sekitar delapan juta jiwa adalah 10.200 ton beras perbulan, sehingga dengan stok beras yang dikuasai Perum Bulog Sulselbar mampu menutupi hingga 18 bulan ke depan.

Mengenai harga beras kualitas medium yang dijual di pasar tradisional, Umar mengatakan hingga kini tetap stabil. Hal ini disebabkan stok beras yang ada di pasaran masih cukup tersedia.

"Jika stok beras berkurang, tentu akan memicu harga naik, namun saat ini stok masih cukup banyak sehingga Bulog belum perlu melakukan operasi pasar," katanya.

Harga beras kualitas medium yang kini dijual di pasar tradisional Kota Makassar dan sekitarnya rata-rata Rp4.600 perkilogram atau sama dengan harga patokan Bulog. Sementara beras kualitas unggulan seperti beras aromatik, celebes, kepala dan ciliwung dijual pada kisaran Rp5.000 higga Rp5.500 perkg.

(T.SDP-15/R007)