
Distribusi Terlambat Harga Ayam Potong Melonjak

Gowa, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Selama awal bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok melonjak terutama ayam potong yang dijual di Pasar Sentral Sungguminasa dan Pasar Induk Minasamaupa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akibat distribusi terlambat.
Peningkatan harga antara Rp1.500 hingga Rp3.000 atau sesuai dengan kebutuhan pokok paling dibutuhkan masyarakat. Sedangkan khusus ayam potong ukuran kecil dari Rp30.000 naik menjadi Rp35.000.
Pantauan di pasar Sentral Sungguminasa hingga Rabu petang, harga daging ayam potong tiba-tiba naik karena pasokan yang biasanya datang setiap hari, baru datang setelah tiga hari kemudian.
Sedangkan masyarakat yang membutuhkan cukup banyak, terutama mereka yang melakukan acara buka puasa.
Alfian (43), salah seorang penjual ayam potong yang ditemui mengaku, kenaikan harga ayam potong disebabkan karena pasokan yang datang setiap harinya sebanyak satu mobil, tiba-tiba menghilang. Pemasok ayam potong tersebut baru datang setelah tiga hari kemudian.
"Peningkatan harga itu karena ayam potong yang biasanya datang setiap hari tiba-tiba menghilang dan baru datang setelah tiga hari," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang merah biasanya Rp13.000/kg meningkat menjadi Rp17.000/kg, bawang putih dari Rp11.000/kg menjadi Rp14.000/kg.
Harga cabe rawit dari Rp12.000/kg menjadi Rp14.000/kg, gula pasir dari Rp7.500/kg menjadi Rp8.500/kg, terigu Rp5.500/kg menjadi Rp6.000, telur ayam ras Rp22.000/kg menjadi Rp24.000/kg sedangkan telur itik dari Rp23.000 menjadi Rp26.000/rak.
Lonjakan harga tersebut tidak jauh beda dengan harga yang dipatok di pasar Minasa Maupa dan pasar tradisional Kalegowa. Harga ayam potong dari Rp25.000 perekor menjadi Rp27.000/ekor untuk ukuran sedang.
Dengan lonjakan harga sepihak yang diberlakukan oleh para pedagang harus dipantau oleh instansi terkait seperti dari Dinas Perdagangan dan Penanaman Modal Gowa.
Kadis Perindag dan Penanaman Modal Gowa, H Abdul Kahar Atjo yang dihubungi mengakui, lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dikarenakan barang tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.
Sehingga harga langsung melambung tinggi. Hanya saja, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada pedagang menaikkan harga dua kali lipat.
"Lonjakan harga terus kita pantau hingga menjelang lebaran agar masyarakat tidak merasa dirugikan hanya selama bulan Ramadhan ini. Apalagi hanya menguntungkan pedagang saja sehingga memang masyarakat harus berhati-hati," harapnya.
(T.PK-MH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
