Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel masuki puncak panen jagung

Minggu, 20 Maret 2016 12:54 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang petani jagung mengumpulkan jagung hasil panennya di kecamatan Bili-bili, Gowa, Sulsel (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
"Pada puncak musim panen ini diperkirakan produksi dapat mencapai 60 persen dari target produksi jagung kita ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Aris mengatakan wilayah ini akan memasuki puncak panen jagung pada bulan Maret, April, dan Mei 2016.

"Pada puncak musim panen ini diperkirakan produksi dapat mencapai 60 persen dari target produksi jagung kita yang sebesar 1,7 juta ton," kata Muhammad Aris yang dihubungi melalui telepon di Makassar, Minggu.

Ini berarti produksi pada musim panen ini diharapkan dapat mencapai 1,02 juta ton.

Puncak panen, kata dia, akan terjadi di wilayah sektor barat Sulsel, yang mencakup wilayah Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, Gowa, Bantaeng, Maros, Pangkep, dan Barru.

"Sektor narat ini memang berkontribusi terbesar bagi produksi jagung Sulsel," kata dia.

Panen raya jagung kali ini, menurut Muhammad Aris akan bertepatan dengan panen raya di Pulau Jawa, Sumatera, bahkan India dan Cina sehingga harga komoditas ini diperkirakan akan menurun.

Petani jagung Sulsel, kata dia, baru akan menikmati harga jagung yang tinggi pada musim panen pada bulan sembilan mendatang.

"Kami akan mulai membagikan bantuan benih untuk musim panen September pada sekitar bulan Mei mendatang," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026