
Balapan Liar Marak di Bulukumba

Bulukumba, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Aksi balapan liar ternyata juga marak dilakukan oleh sejumlah remaja di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan selama bulan ramadhan ini.
Salah satu warga Bonto Bulaeng, Ilham, di Bulukumba, Senin, mengatakan bahwa tidak tanggung-tanggung para remaja ini mempertaruhkan nyawanya demi sejumlah uang yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
"Mereka sering melakukan aksinya dengan berjudi. Bahkan saya sering melihat sendiri taruhan mereka kadang sampai jutaan rupiah," jelas dia.
Warga mengaku, biasanya mereka melakukan aksi itu dimulai pada pukul 17.00 hingga jelang berbuka puasa dan ruas jalan Bonto Bulaeng, kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulsel telah menjadi lokasi kesukaan mereka.
Sementara itu, Kapolsek Bulukumpa, AKP. M. Amir Thamrin mengakui keberadaan balapan liar di sekitar jalan tersebut.
Namun dirinya belum mengetahui aksi kebut-kebutan yang membahayakan jiwa para pengguna jalan lain itu juga dijadikan sebagai ajang perjudian.
"Kami sudah sering kali melakukan sweeping, ketika petugas datang anak-anak itu pada kabur, sehingga kami sulit menangkapnya. Tetapi begitu kami melakukan patroli di tempat lain, mereka kembali berulah." ungkap Amir.
Meski aparat kepolisian sering melakukan razia balapan liar, aksi tersebut tetap berlanjut, jika petugas sudah tidak ditempat.
Amir mengakui pihaknya kesulitan untuk membubarkan aksi ugal-ugalan para remaja, sebab mereka kekarangan personil dibanding dengan jumlah peserta balapan liar.
Sementara itu, Pola Metro Jaya setiap hari melakukan razia yang juga ditujukan untuk memberantas kebut-kebutan liar di lima wilayah kota di ibu kota negara ini.
Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Wahyono dalam berbagai kesempatan mengatakan polisi akan terus berupaya menghentikan aksi ugal-ugalan itu , antara lain dengan menahan para pembalap liar serta menyita motor-motor yang mereka pakai serta menahan surat tanda nomor kendaraan(stnk).
(T.PK-HK/A011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
