
Belanda jajaki kerja sama dengan Makassar

"Makassar ini sangat potensial untuk diajak bekerjasama dan semoga kami bisa menanamkan investasi di kota ini...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Belanda melalui Kedutaan Belanda di Indonesia menjajaki rencana kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya di bidang kemaritiman dan kelautan.
"Makassar ini sangat potensial untuk diajak bekerjasama dan semoga kami bisa menanamkan investasi di kota ini," ujar Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Belanda di Indonesia, Tess Van Zee melalui penerjemah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, Kota Makassar yang dua pertiga wilayahnya adalah lautan berdasarkan penjelasan dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu sangat cocok untuk mengembangkan hasil kelautannya.
Beberapa potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh Makassar itu di bidang perikanan, energi, dan agricultural. Apalagi di Makassar ini punya banyak peninggalan Belanda dan masih bertahan selama beberapa abad yang lalu.
"Makassar sangat potensial dan semuanya ada. Mulai dari hasil lautnya, energi maupun agrikulturnya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, Makassar dengan beberapa potensinya menjadi magnet bagi investor lainnya, baik yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, Eropa maupun Benua Amerika.
Ia mengaku, selama dua tahun kepemimpinannya bersama Syamsu Rizal, beberapa perusahaan asing dengan difasilitasi kedutaan besar dari berbagai negara sudah banyak yang berkunjung dan menyatakan minatnya menanamkan investasi di Makassar.
"Makassar adalah kota dunia yang aman dan nyaman untuk semuanya serta terbuka dengan siapa saja. Beberapa pengusaha dari berbagai negara sudah datang ke mari dan semuanya menyatakan minatnya," katanya.
Di hadapan Tess Van Zee, ia menyebutkan jika Kota Makassar dan Belanda memiliki hubungan yang sangat dekat dan sudah terikat oleh jalinan sejarah yang panjang sejak beberapa abad yang lalu.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
