
KETUA DPRD SULUT LAPORKAN PENEROR SMS KE POLDA

Manado, 3/12 (ANTARA) - Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Syahrial Damopoli, melaporkan sejumlah oknum ke Polda setempat, terkait ancaman teror yang dilakukan lewat SMS .
"Saya sudah laporkan ke Polda Sulut untuk ditindaklanjuti secara hukum, karena sudah mengganggu dan mengancam," kata Damopoli, Rabu di Manado.
Apalagi ancaman teror lewat SMS sudah membawa nama petinggi bangsa, terkait salah satu partai politik (parpol) besar .
Menurut Damopoli , ulah teror tidak mencerminkan sikap demokratis dan terbuka dengan situasi politik, karena hanya melakukan ancaman melalui via handphone.
Diharapkan Polda secepat mungkin menyelesaikan pengaduan ini , karena cukup meresahkan, kata Damopoli, yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar itu.
Ancaman teror tersebut dikaitkan dengan usul Pergantian Antar Waktu (PAW) empat anggota DPRD Sulut, yang belum juga diproses oleh pimpinan DPRD, sehingga pihak peneror diduga merasa dirugikan dengan adanya usul penggantian itu .
Laporan hukum Ketua DPRD Sulut ke Polda mendapat dukungan penuh sejumlah anggota DPRD Sulut lainnya, sehingga tidak menciptakan persoalan negatif.
Laporan ke Polda merupakan langkah positif agar tidak mengganggu dan mengancam orang lain, kata personil Fraksi Demokrat DPRD Sulut, Olha Sampel.***3***
H013/B/A011)
(T.H013/B/A011/A011) 03-12-2008 13:42:59
