Logo Header Antaranews Makassar

Jamaah haji debarkasi Makassar delay dua jam

Senin, 19 September 2016 20:57 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Keterlambatan itu berdasarkan informasi karena padatnya arus penerbangan di Jeddah...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 450 orang jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 2 debarkasi Makassar tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin setelah mengalami keterlambatan atau delay sekitar dua jam dari Bandara Intenasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

"Keterlambatan itu berdasarkan informasi karena padatnya arus penerbangan di Jeddah, sehingga pesawat yang ditumpangi jamaah menunggu waktu terbang, sehingga terlambat tiba di tanah air," kata Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Meski mengalami keterlambatan, namun seluruh penumpang selamat di tempat tujuan di Asrama Haji Sudiang. Beberapa di antara jamaah mengalami kelelahan dan tubuh agak panas mengingat perubahan cuaca setibanya di tanah air.

Dari jadwal penerbangan awalnya menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1302 sekiranya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.50 Wita, namun mendarat sekitar pukul 19.30 Wita.

"Sama halnya kemarin ada 450 jamaah dan lima pendamping terlambat tiba, kesibukan arus penerbangan disana membuat terjadinya keterlambatan, dan alhamdulillah semua selamat, meski ada beberapa jamaah kelelahan," ulas Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi/debarkasi Makassar ini.

Kendati demikian dirinya menyebut hal-hal seperti keterlambatan sudah menjadi persoalan klasik sejak musim haji dan telah sering terjadi saat proses pemulangan jamaah haji. Sebanyak 450 jamaah haji tersebut berasal dari Makassar, Kabupaten Pinrang, dan Bantaeng.

Sebelumnya, kloter 1 debarkasi Makassar dengan jumah penumpang 450 orang dan lima pendamping juga mengalami keterlambatan saat pemulangan sekitar lima jam. Jamaah haji asal Makassar dan Kabupaten Soppeng itu harus menunggu lama di Bandara King Abdul Aziz saat proses boarding pass.

Mengenai jumlah Jamaah Haji asal Sulsel meninggal dunia di tanah haram karena sakit, kata dia, saat ini diketahui ada tujuh orang, namun baru empat jamaah sudah dinyatakan resmi sementara sisanya menunggu kepastian dari tim dokter PPIH.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026