
Disdikpora Bantaeng gelar rapat kerja

"Dengan Full Day School ini, potensi anak dapat lebih dikembangkan. Kita hanya perlu membuat konsep secara matang," jelasnya.
Bantaeng (ANTARA Sulsel) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat gelar rapat kerja.
Raker dibuka Wakil Bupati Bantaeng H. Muhammad Yasin di Gedung Pemberdayaan Perikanan Pantai Marina, Sabtu, untuk membahas dan mendiskusikan "Full Day School" yaitu suatu program dimana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah.
Bantaeng ditunjuk sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai pilot project dan role model yang baru di dunia pendidikan.
Wabup mengatakan Full Day School merupakan konsep positif karena siswa tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan umum saja, namun juga pembentukan karakter siswa secara maksimal.
"Dengan Full Day School ini, potensi anak dapat lebih dikembangkan. Kita hanya perlu membuat konsep secara matang," jelasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Bantaeng H. Muhammad Yunus mengungkapkan model pendidikan paling baik adalah model sekolah full time.
"Indonesia sebenarnya telah menerapkan sistem full day school, seperti di Madrasah. Maka dari itu saya optimis bahwa Full Day School ini akan terlaksana dengan baik," ungkapnya.
Dia menambahkan program ini akan diterapkan pada siswa siswi yang berada pada tingkat SD, SMP, SMA/ SMK.
Turut hadir pada rapat kerja tersebut antara lain Kadis Dikpora H. Asri Sahrun, Ketua PGRI Bantaeng Syafruddin, dan seluruh pengurus PGRI Bantaeng.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
