
Petani di Sulut Butuh Sumur Bor

Manado (ANTARA Sulsel) - Ribuan petani di Sulawesi Utara (Sulut) sangat membutuhkan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau panjang yang melanda daerah itu.
"Hampir seluruh wilayah di Sulut mulai mengalami kekeringan sebagai dampak fenomena alam El Nino," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulut Lexi Solang di Manado, Rabu.
Menurut Solang, dampak El Nino mengakibatkan ribuan hektare tanaman hortikultura di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Tanaman hortikultura yang terancam gagal panen akibat musim panas berkepanjangan di antaranya kentang, cabe, bawang batang, tomat, wortel, ketimun, kacang panjang dan kacang merah, seledri dan sayur-sayuran lainnya.
Petani di daerah itu meminta pemerintah daerah membantu menyiapkan sumur bor guna memenuhi ketersediaan air untuk tanaman hortikultura itu supaya dampak musim kering tidak mengakibatkan gagal panen.
Kasus sama terjadi pada petani jagung di Minahasa, dimana beberapa petani tersebut mengaku bahwa musim kemarau yang disertai tiupan angin kencang menyebabkan tanaman jagung tidak memperoleh pasokan air yang cukup sehingga tanaman mengerdil.
"Jagung membutuhkan air yang cukup terutama saat proses pembuahan, makanya ketika terjadi kemarau selama dua bulan, kini terjadi kegagalan produksi jagung," katanya.
Solang yang juga anggota DPRD Sulut periode 2009-2014 mengharapkan, pemerintah daerah segera bertindak untuk mencarikan solusi mengatasi dampak musim kemarau agar petani tidak alami kerugian terlalu besar.
"Jika masalah kekeringan tidak bisa diantisipasi, dampak buruk akan dialami Provinsi Sulut seiring dengan program Swasembada Beras dan revitalisasi pertanian tidak tercapai," katanya.
(T.H013/R007)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
