Logo Header Antaranews Makassar

Satu tewas di Polman akibat DBD

Kamis, 13 Oktober 2016 05:41 WIB
Image Print
"Satu orang jadi korban penyakit DBD, Misna telah meninggal dunia akibat kekurangan darah ...

Polewali Mandar, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Satu orang dinyatakan tewas di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, akibat terserang penyakit Deman Berdarah Deunge (DBD) setelah sempat menjalani perawatan medis setempat.

"Satu orang jadi korban penyakit DBD, Misna telah meninggal dunia akibat kekurangan darah setelah dirawat sehari di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD. Penyakit DBD mulai mewabah dan kini masih ada 14 orang yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman," kata dokter RSUD, Umy di Polman, Rabu.

Jenasah siswa SMK SPP Rea Timur langsung dibawa ke rumah duka di Buttu Tenne, Lingkungan Dua, Kelurahan Amassanga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar.

Ia menyebutkan, kematian Misna akibat serangan DBD sebagaimana hasil labolatorium trombosit cukup tinggi hingga 8.000 dari kondisi normal sekitar 4.000.

"Hasil labolatorium rumah sakit menunjukkan korban Misna meninggal dunia akibat terserang DBD. Nyawa korban tak tertolong karena telah tertangani secara medis," terang Umy.

Di tempat terpisah, asisten I Pemkab Polman, Amujid turut membenarkan jika Misna meninggal dunia karena serangan DBD. Korban sebelumnya dirawat pada klinik Puskesmas Binuang lalu dirujuk ke RSUD Polman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Kami sudah melakukan pengecekan ke rumah duka mewakili pemerintah Kabupaten Polman. Pengecekan ini untuk mendapatkan penjelasan dari pihak Dinas Kesehatan terkait penanganan DBD di daerah ini," ungkapnya.

Ia meminta kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan upaya pencegahan agar wabah DBD ini dapat tertangani dengan baik.

Apalagi sekarang ini kata dia, perubahan cuaca dari musim panas ke musim penghujan menjadi salah satu pemicu merebaknya wabah DBD.

"paling tidak sekarang ini Dinkes turun tangan melakukan penyemprotan untuk membasmi wabah DBD ke rumah-rumah warga yang diduga menjadi wilayah endemik," pintanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026